GM Susanto Megaranto tidak bisa melanjutkan perjuangannya melawan GM Fabiano Caruana di babak kedua Piala Dunia Catur 2021 Rusia karena dikonfirmasi positif COVID-19.
- Elvariza Opita
- Jumat, 16 Juli 2021 - 12:59 WIB
WowKeren - Sejumlah Grandmaster Indonesia dikirimkan ke Piala Dunia Catur 2021 di Rusia, seperti Susanto Megaranto, Irene Kharisma Sukandar, hingga Medina Warda Aulia. Besar harapan kontingen Indonesia ini bisa melampaui prestasi yang pernah dibuat Grandmaster Utut Adianto.
Namun kini kabar buruk malah datang dari tim Indonesia, tepatnya GM Susanto Megaranto yang harus didiskualifikasi dari babak kedua yang tengah dimainkannya melawan GM Fabiano Caruana. Megaranto terpaksa didiskualifikasi dari pertandingan karena dikonfirmasi positif COVID-19.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem, membenarkan kabar soal tersebut. "Ya betul. Pertandingan disetop panitia." tutur Kristianus kepada CNN Indonesia, dikutip pada Jumat (16/7).
Caruana yang menjadi lawan Megaranto di pertandingan terakhir pun ikut menyampaikan harapan akan kondisi terbaik Megaranto. "Dia terlihat baik-baik saja selama permainan, sehingga saya terkejut ketika permainan berakhir dengan tidak menyenangkan," tutur Caruana di Twitter-nya.
Caruana mengaku akan melakukan tes COVID-19 untuk memastikan kondisinya. Langkah serupa juga akan dilakukan Woman Grandmaster (WGM) Irene dan Medina sebagai syarat sebelum pertandingan.
Pasalnya meski Megaranto terpaksa "terdepak" dari piala dunia, Irene dan Medina masih akan bertanding. Sehingga masih ada harapan Indonesia bisa menorehkan prestasi lebih baik di turnamen catur tersebut.
"Seperti yang Anda ketahui, ini adalah hari yang menyedihkan bagi rekan senegara saya, Megaranto, yang harus kehilangan kesempatan karena tes positif COVID-nya," ujar Irene, Jumat (16/7). "Saya tahu bagaimana dia menantikan pertandingan melawan Caruana di pertandingan ini."
Irene pun berharap kiprahnya tetap berlanjut walau sejauh ini sudah ada 2 pecatur Indonesia yang harus mundur karena terkonfirmasi positif COVID-19. Sebelumnya Mohamad Ervan tidak bisa melanjutkan pertandingan di babak pertama karena tidak lolos tes COVID-19.
Padahal menurut Irene, kontingen Indonesia sudah melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Irene bahkan telah melakukan 5 kali tes PCR dalam rentan waktu 10 hari di Rusia demi memastikan kesehatannya selama pertandingan.
"Karena adanya situasi, jadi kita diwajibkan untuk tes PCR secepatnya atau besok tidak bisa main. Apapun hasilnya besok kita sudah berusaha sebaik mungkin," ungkap Medina usai menjalani tes PCR.
(wk/elva)