Aksi Jokowi Bagikan Paket Obat dan Sembako Secara Langsung Dipertanyakan
Instagram/jokowi
Nasional

Presiden Jokowi blusukan dan membagikan paket obat pasien COVID-19 isoman dan juga sembako secara langsung di Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis malam.

WowKeren - Pemerintah telah memulai program paket obat gratis untuk pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri sejak Kamis (15/7) kemarin. Untuk tahap pertama, pemerintah menyediakan 300 ribu paket obat gratis untuk pasien di wilayah Jawa dan Bali.

Presiden Joko Widodo bahkan telah blusukan dan membagikan paket obat pasien COVID-19 isoman tersebut dan juga sembako secara langsung di Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis malam kemarin. Langkah Jokowi blusukan untuk membagikan paket obat ini lantas disorot oleh salah satu aktivis Koalisi Warga untuk Keadilan Akses Kesehatan, Asfinawati.

Menurut Asfinawati, blusukan Jokowi ke Sunter terkesan hanya sekadar pencitraan belaka. "Ini mengulang cara lama, padahal situasi masyarakat jauh lebih buruk. Mungkin buat yang didatangi berefek, tapi untuk masyarakat luas sama sekali tidak," tutur Asfinawati dilansir Tempo, Jumat (16/7).

Adapun aktivitas blusukan Jokowi ini dinilainya aneh karena hanya melakukan tindakan individual semacam sumbangan yang sebenarnya bisa dilakukan orang lain. Aktivitas tersebut juga dinilainya terkesan kontraproduktif dengan imbauan Presiden sendiri.


"Selain itu kan (masyarakat) sedang diminta 5 M, kenapa malah datang ke rumah orang," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono. Menurut Pandu, langkah Jokowi dalam blusukan membagikan obat tersebut tidak relevan dalam menangani pandemi COVID-19.

"Ngapain sih melakukan hal seperti itu. Itu kan bukan tugas Presiden. Tugas Presiden itu memimpin penanggulangan," tegas Pandu. "Distribusi itu serahkan ke Puskesmas. Buat apa ada Puskesmas, buat apa ada tenaga kesehatan, buat apa menggaji Menteri Sosial."

Lebih lanjut, Pandu menilai bahwa paket obat tersebut seharusnya dialokasikan di pelayanan kesehatan dan bukannya dibagi-bagikan langsung ke masyarakat. Pandu menjelaskan bahwa Jokowi lebih baik membangun sistem pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat hingga di tingkat Puskesmas ketimbang blusukan.

"Itu yang disebut membangun sistem. Jadi kalau bangun sistem itu enggak bisa amburadul kayak gini," jelasnya. "Itu yang saya bilang penanganan amburadul."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait