Kesepakatan dalam pertemuan itu disebut Wapres Ma'ruf Amin merupakan penegasan dari keputusan penyelenggaraan ibadah Idul Adha yang sudah ada sebelumnya.
- Bertilia Puteri
- Senin, 19 Juli 2021 - 08:57 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menggelar pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah organisasi Islam pada Minggu (18/7) malam. Pertemuan tersebut menyepakati agar ibadah Idul Adha pada Selasa (20/7) besok seluruhnya dilaksanakan di rumah saja.
Ma'ruf Amin menyinggung Indonesia yang mulai dianggap sebagai pusat penyebaran COVID-19 baru. Mengingat angka penularan COVID-19 di Tanah Air mengalami lonjakan belakangan ini.
"Semua ormas Islam merasa bertanggung jawab untuk mencegah itu. Malam ini sepakat untuk membuat pernyataan bersama sebagai satu ketegasan sikap bahwasanya Idul Adha kali ini dengan tetap melaksanakan ibadah tapi memperhatikan protokol kesehatan, menjaga jiwa manusia sehingga supaya dilakukan di rumah saja, takbir di rumah saja," jelas Ma'ruf.
Adapun penyembelihan hewan kurban disepakati dilakukan melalui rumah pemotongan hewan (RPH). Ma'ruf menjelaskan bahwa daging kurban akan dibagikan langsung dari rumah ke rumah.
"Inilah kesepakatan tersebut dan juga nanti menyelenggarakan takbir nasional secara virtual bersama Presiden, Wapres, dan diinisasi oleh Menteri Agama," papar Ma'ruf.
Kesepakatan dalam pertemuan itu disebut Ma'ruf merupakan penegasan dari keputusan penyelenggaraan ibadah Idul Adha yang sudah ada sebelumnya. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Sebelumnya, Menag Yaqut telah meminta masyarakat untuk membatasi mobilitas dan tidak mudik pada momen Idul Adha. Apalagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah berlaku sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021.
"Kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga diri dan membatasi kegiatan sangat penting dalam mencegah penyebaran COVID-19, terlebih dengan adanya varian Delta," tutur Yaqut dalam keterangan, Jumat (16/7). "Kami minta masyarakat bersabar dan tidak mudik Idul Adha tahun ini. Lindungi diri, keluarga, dan orang di sekitar kita dari bahaya virus COVID-19."
Menurut Yaqut, mudik Idul Adha di situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang berpotensi membahayakan jiwa. Ia menegaskan bahwa larangan mudik Idul Adha ini disebabkan oleh pemerintah yang ingin melindungi semua masyarakat dari paparan virus corona.
(wk/Bert)