Dev Patel Akui Terbebani Usai Perannya Dalam Serial 'Skins' Tuai Kritikan Tajam
Selebriti

Dev Patel belum lama ini mengaku terganggu dan terbebani akan kritik tajam publik terhadap perannya dalam serial 'Skins'. Lantas seperti apa cerita dari Dev itu?

WowKeren - Aktor tampan asal Inggris yakni Dev Patel belum lama ini berbagi sedikit cerita menarik kepada publik. Yang mana, Dev mengakui jika perannya dalam serial TV "Skins" sangat membebani harga dirinya.

Yang artinya, Dev menyebut bahwa sebagian besar pendapat publik perihal perannya sangatlah tidak positif. Meski begitu, Dev dikenal sebagai salah satu aktor yang diberi kesempatan untuk masuk dalam nominasi piala Oscar hingga Emmy.

Sejumlah peran Dev sebagai bintang utama beberapa serial TV dan film memang telah diakui. Dev pun membuka kembali pengalamannya sebagai aktor di drama Inggris "Skins" pada pertengahan tahun 2000-an. Di mana, aktor Daniel Kaluuya serta Nicholas Hoult memulai debut akting mereka melalui drama populer tersebut.

Dalam drama tersebut, Dev memerankan karakter Anwar. Karakter Anwar digambarkan sebagai seorang remaja pria yang berhati lembut namun terlibat pergaulan liar bersama teman-temannya.


Dev kemudian mengingat kembali bagaimana kritik publik terhadap penampilannya di "Skins" sangat mempengaruhinya. Hal itu disampaikan Dev melalui sebuah wawancara bersama The New York Times belum lama ini.

Dev yang saat itu masih sangat muda cukup terkejut melihat komentar brutal publik terhadap perannya. Yang mana, Dev merasa selalu menjadi karakter yang paling buruk dan jelek di mata publik.

"Saya adalah seorang anak muda yang pergi melihat semua komentar publik dan itu cukup brutal," ungkap Dev. "Ada semua daftar tentang siapa karakter favorit di acara itu atau siapa karakter yang paling tampan, dan aku selalu yang paling jelek, yang paling tidak menarik."

Bahkan Dev merasa seolah sudah bunuh diri lantaran pengorbanannya berakting hingga putus sekolah tak mendapat respons positif dari masyarakat. Yang mana, remaja seusianya belajar menjadi dokter atau guru, namun ia malah berperan sebagai pria gemar seks dan narkoba.

"Rasanya seperti bunuh diri di komunitas untuk memasukkan anak Anda ke acara TV dan membiarkannya putus sekolah pada usia 16 tahun," jelas Dev. "Sementara anak-anak orang lain ingin menjadi dokter atau dokter gigi, saya di sini, di acara TV ini mensimulasikan seks dan menggunakan narkoba."

(wk/Sisi)

You can share this post!

Related Posts