Untuk saat ini, suntikan dosis ketiga vaksin COVID-19 hanya diberikan kepada tenaga kesehatan yang berisiko tinggi terpapar. Jenis vaksin yang digunakan untuk dosis ketiga adalah Moderna.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 04 Agustus 2021 - 14:20 WIB
WowKeren - Dosis ketiga vaksin COVID-19 atau suntikan booster kini sudah mulai diberikan untuk tenaga kesehatan di Indonesia. Kementerian Kesehatan pun membuka opsi memberikan suntikan booster bagi masyarakat umum setelah 12 bulan alias tahun depan.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi. Nadia menjelaskan ada penurunan imunitas pasca enam bulan penyuntikan kedua vaksin Sinovac, sehingga suntikan booster untuk masyarakat perlu direncanakan.
"Sesuai dengan rekomendasi ITAGI, titer antibodi ada penurunan untuk vaksin Sinovac, maka bisa direncanakan booster tapi setelah 12 bulan, tahun depan kita laksanakan booster kepada masyarakat umum," jelas Nadia dalam diskusi virtual pada Rabu (4/8).
Lebih lanjut, Nadia menjelaskan bahwa suntikan booster saat ini hanya diberikan kepada tenaga kesehatan karena mereka lebih berisiko terpapar COVID-19 dibanding masyarakat umum. "Kita tahu risiko terpaparnya nakes itu sangat besar pada saat kasus meningkat jauh, sehingga perlu ditambah proteksi tambahan," paparnya.
Sebagai informasi, Indonesia mendapatkan sumbangan 8 juta dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat yang digunakan sebagai booster. Diperkirakan, ada sekitar 1,5 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia yang akan menerima suntikan booster tersebut.
Sebelumnya, Nadia juga telah memperkirakan bahwa vaksinasi dosis ketiga untuk nakes ini membutuhkan waktu 1,5 bulan. Hal ini disampaikan berdasarkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan kedua pada Januari lalu.
"Rekomendasi dari ITAGI adalah saat ini kita dapat menggunakan platform yang sama atau berbeda untuk vaksinasi dosis ketiga," papar Nadia. "Pemerintah telah menetapkan akan menggunakan vaksin COVID-19 Moderna untuk suntikan ketiga untuk tenaga kesehatan, dikarenakan kita tahu bahwa efikasi dari Moderna ini paling tinggi dari seluruh vaksin yang kita miliki saat ini."
Namun pemberian suntikan booster ini akan memperhatian kondisi kesehatan penerima. Jika nakes yang bersangkutan alergi terhadap vaksin dengan platform mRNA seperti Moderna, maka suntik booster dapat menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis pertama dan keduanya.
(wk/Bert)