Indonesia Terus Catat Ribuan Kasus Kematian Per Hari, Korban Jiwa COVID-19 Tembus 100 Ribu
AFP/Prakash Singh
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sementara itu, kasus positif COVID-19 bertambah sebanyak 35.867 kasus pada hari ini. Dengan demikian, total kumulatif kasus COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 3.532.567 kasus.

WowKeren - Jumlah kasus kematian COVID-19 harian Indonesia terus berkisar di angka ribuan. Pada Rabu (4/8) hari ini, Indonesia mencatatkan 1.747 kasus kematian COVID-19 baru sehingga total korban jiwa pandemi corona di Tanah Air kini telah mencapai 100.636 kasus.

Sebagai informasi, kasus kematian COVID-19 harian Indonesia pertama kali menyentuh angka 1.000 pada 7 Juli 2021 lalu. Sejak itu, angka kematian COVID-19 harian cukup fluktuatif namun sempat menyentuh rekor 2.069 kasus kematian pada 27 Juli.

Sementara itu, kasus positif COVID-19 bertambah sebanyak 35.867 kasus pada hari ini. Dengan demikian, total kumulatif kasus COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 3.532.567 kasus.

Jumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh pada hari ini bertambah sebanyak 34.251 orang. Dengan demikian, total pasien COVID- 19 sembuh di Indonesia kini telah mencapai 2.907.920 orang.


Di sisi lain, Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan bahwa kasus kematian di Indonesia meningkat drastis di bulan Juli 2021. Menurut Ketua Bidang Data dan Teknologi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, lima provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang kasus kematian tertinggi.

"Di bulan Juli memang kita lihat provinsi penyumbang angka kematian tertinggi berasal dari Jawa Tengah, diikuti Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta," papar Dewi dalam diskusi daring pada hari ini.

Adapun tingginya kasus kematian tersebut juga berbanding lurus dengan lonjakan kasus COVID-19. "Jadi memang pada saat kasus mengalami kenaikan begitu signifikan, pasti akan berdampak terkait pada jumlah kematian," tuturnya.

Sementara itu, Semarang menjadi daerah penyumbang kasus kematian COVID-19 tertinggi selama bulan Juli di tingkat kabupaten/kota. Lalu diikuti oleh Jakarta Timur, Garut, Jakarta Barat, Karawang, Jakarta Selatan, Kota Balikpapan, Sleman, dan Jombang.

Tingginya angka kematian itu disebut Dewi harus menjadi acuan pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan. Pasien COVID-19 harus mendapatkan penanganan tepat waktu demi menekan angka kematian.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts