Banyak dari masyarakat yang hingga saat ini masih takut untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Padahal, pemerintah tengah berupaya melaksanakan percepatan vaksinasi agar mencapai herd immunity.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 05 Agustus 2021 - 17:45 WIB
WowKeren - Pemerintah saat ini tengah melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 guna bisa mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga 3 Agustus 2021, mencatat sudah ada lebih dari 21 juta penduduk Indonesia yang mendapat vaksin COVID-19 penuh.
Meski angkanya cukup besar, akan tetapi sebenarnya itu baru mencapai 10,32 persen dari total keseluruhan target vaksinasi COVID-19. Berdasarkan keterangan Komite Penanganan Covid‑19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), target vaksinasi adalah 208.265.720 orang.
Sementara itu, hingga saat ini tidak sedikit masyarakat yang masih takut untuk divaksin. Maka dari itu, Ekonom Indef, Abra Talattov meminta pemerintah agar menggunakan kebijakan insentif untuk divaksin. Misalnya, memberikan paket sembako kepada masyarakat yang mau divaksin. Hal ini dinilai bisa membangkitkan antisipasi dari masyarakat dan membantu percepatan vaksinasi COVID-19.
Abra pun memberikan contoh negara lain yang menggunakan metode seperti itu yakni Thailand. Thailand diketahui memberikan voucher dari pihak swasta, kemudian kepada masyarakat di pedesaan pemerintah memberikan insentif berupa sapi.
Lebih lanjut, Abra pun membayangkan jika dalam suatu pelaksanaan vaksinasi COVID-19 diberi doorprize umrah atau haji. "Masyarakat lebih menerima itu perlu didukung swasta dan CSR juga," tutur Abra dalam keterangan tertulis, Kamis (5/8).
Abra menuturkan bahwa jika pemerintah menggunakan cara disinsentif seperti memberikan ancaman kepada masyarakat dengan berbagai hal, maka mereka akan semakin takut divaksin. "Semakin diancam, semakin resisten bukannya luluh, alih-alih disinsentif, yang harus didengungkan itu positif insentif," tandas Abra.
Seperti yang diketahui, pemerintah tengah gencar melakukan percepatan vaksinasi COVID-19. Maka dari itu, pemerintah juga terus berupaya dalam memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 penduduk Indonesia.
Sebelumnya, sejumlah daerah di Indonesia sempat mengalami keterbatasan stok vaksin COVID-19. Akan tetapi, saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memastikan bahwa stok aman dan mencukupi kebutuhan nasional.
Terkait stok vaksin COVID-19 itu disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, di Jakarta, Kamis (5/8). Meski dipastikan aman, tetapi pemerintah pusat tidak bisa langsung menyalurkan ke pemda, sebab vaksinnya pun datang secara bertahap.
(wk/tiar)