Sementara itu, FX Hadi Rudyatmo selaku Ketua DPC PDIP Solo juga mengakui bahwa baliho bergambar Ketua DPP PDIP Puan Maharani banyak terpasang di Kota Solo.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 05 Agustus 2021 - 23:29 WIB
WowKeren - Banyaknya baliho bergambar Ketua DPP PDIP Puan Maharani di berbagai wilayah Indonesia belakangan ramai menjadi sorotan. Wali Kota Solo sekaligus politisi PDIP Gibran Rakabuming rupanya turut memasang baliho Puan di kota yang dipimpinnya.
Gibran mengungkapkan ada instruksi dari partai untuk memasang baliho Puan tersebut. Hanya saja, putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut tidak menjelaskan apakah instruksi partai tersebut dari tingkat DPC, DPD, atau DPP.
"Iya itu ada instruksi dari partai," ujar Gibran kepada awak media, Kamis (5/8).
Gibran juga enggan mengungkapkan berapa jumlah baliho bergambar Puan yang dipasangnya. "Saya pasang baliho, tidak usah saya sebutkan jumlah. Kita ngurusin COVID-19 dulu," kata Gibran.
Sementara itu, FX Hadi Rudyatmo selaku Ketua DPC PDIP Solo mengakui bahwa baliho bergambar Puan banyak terpasang di Kota Solo. Namun Rudy menyebutkan bahwa baliho tersebut tidak dipasang oleh DPC PDIP Solo.
"DPC PDIP Solo tidak memasang baliho sama sekali. Yang memasang tim dari beliau (Puan)," papar Rudy.
Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa selama ini tidak ada komunikasi antara tim Puan dengan PDC PDIP. Rudy juga mengaku bahwa pihaknya tidak mendapat pemberitahuan mengenai pemasangan baliho tersebut.
Di sisi lain, politisi PDIP Hendrawan Supratikno membantah jika baliho-balliho Puan tersebut adalah bagian kampanye pencalonan Presiden 2024. Ia menegaskan bahwa PDIP saat ini masih belum membahas agenda politik Pilpres 2024 dan terus fokus terhadap penanganan pandemi COVID-19.
"Kami belum berpikir soal 2024. Masih jauh. Yang menjadi fokus sekarang adalah soal penanganan pandemi," jelas Hendrawan kepada CNN Indonesia.
Lebih lanjut, Hendrawan menuturkan bahwa kampanye sewajarnya dilakukan di ruang politik. Di sisi lain, pihaknya bergerak di ruang kesadaran kolektif.
"Bukan kampanye. Kampanye itu di ruang politik. Kami bergerak di ruang kesadaran kolektif untuk membangkitkan semangat kebersamaan, kemanusiaan dan disiplin untuk menghadapi pandemi," pungkasnya.
(wk/Bert)