Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyatakan sekitar 300 juta dosis vaksin siap masuk ke Indonesia. Lalu bagaimana strategi Kemenkes untuk mengoptimalkannya?
- Elvariza Opita
- Jumat, 06 Agustus 2021 - 15:04 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu daerah sampai "menjerit" karena kekurangan stok vaksin COVID-19. Namun Kementerian Kesehatan memastikan bahwa stok vaksin di pemerintah pusat saat ini mencukupi kebutuhan sampai daerah.
Bukan hanya itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, juga mengungkap bahwa Indonesia akan kedatangan sampai 300 juta dosis vaksin. Menurut Siti Nadia, jutaan dosis vaksin ini akan tiba pada Agustus sampai Desember 2021.
"Kurang lebih 300 juta dosis akan kita terima, mulai Agustus sampai dengan Desember," ungkap Siti Nadia di Jakarta, Jumat (6/8). Dan angka tersebut, menurut Siti Nadia, adalah dua kali lipat dari kegiatan penyuntikan yang sudah berlangsung sejak 13 Januari 2021 sampai saat ini.
Sejauh ini total vaksin yang sudah diterima Indonesia berkisar 152 juta dosis. Sementara kebutuhan Indonesia sendiri mencapai 426 juta dosis, yakni ditujukan untuk 208 juta masyarakat sasaran dengan masing-masing menerima dua kali suntikan.
"Tentunya yang menjadi tantangan untuk kita, kalau kemarin hanya menyuntikkan kurang lebih 150 juta dosis vaksin," terang Siti Nadia, dikutip dari Antara. "Sekarang menjadi dua kali lipat atau sekitar 300 juta dosis vaksin."
Lantas dengan peningkatan suplai vaksin ini, akankah Kemenkes menambah juga target vaksinasi per harinya? Siti Nadia pun tak menutupi bahwa Kemenkes tengah membahas strategi percepatan vaksinasi bahkan hingga mencapai 2 juta dosis penyuntikan per hari yang akan dilangsungkan hingga Desember 2021.
"Setelah kita bisa mengendalikan peningkatan kasus yang terjadi di awal Juni sampai Juli, kita sekarang sudah harus kembali lagi untuk menyusun langkah-langkah dan strategi," kata Siti Nadia. "Supaya kita bisa menyelesaikan penyuntikan dosis yang 300 juta tadi."
Siti Nadia juga menjelaskan perihal distribusi vaksin COVID-19 ke semua provinsi Indonesia yang harus dilakukan secara bertahap. Pasalnya vaksinasi yang tiba ke Indonesia pun ada yang bersifat setengah jadi sehingga harus diolah terlebih dahulu, juga harus diawasi kualitas serta keamanannya.
"Karena kita tahu, bahwa vaksin ini butuh waktu. Vaksin yang setengah jadi tadi harus diolah dulu menjadi vaksin jadi dan kemudian akan menjadi vaksin yang siap," pungkas Siti Nadia.
(wk/elva)