Kapolda Sumsel Ungkap Alasan Tak Curigai Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio, 'Salahkan' 2 Pihak Ini?
Nasional

Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri ikut disorot di tengah gaduh 'zonk' sumbangan Rp2 triliun dari Akidi Tio. Eko pun mengungkap alasan dirinya semula percaya dengan sumbangan tersebut.

WowKeren - Gaduh sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio yang berujung hoaks masih menjadi pembicaraan panas di Indonesia. Apalagi karena institusi kepolisian ikut menjadi korban hingga Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri harus menjalani pemeriksaan.

Kini Irjen Eko pun buka-bukaan alasan mengapa ia sampai memercayai begitu saja sumbangan Rp2 triliun tersebut, bahkan sampai menggelar acara simbolis penyerahan. Pasalnya Eko mendapati sumbangan tersebut sebatas niat baik, apalagi karena penyumbangnya tidak meminta apa-apa.

"Karena niat itu pribadi, tidak ada syarat apa-apa dan tidak ada untuk saya," terang Eko, Jumat (6/8). Dan kepercayaan Eko semakin tinggi karena sumbangan tersebut diketahui oleh dua orang yang diakui kredibilitas olehnya, yakni dokter pribadi keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan, dan Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesti Nurainy.

"Saya memandang Prof Hardi (Darmawan) senior, dan bukan orang sembarangan. Pengelola rumah sakit besar di Palembang. Kredibilitasnya luar biasa," tutur Eko, dilansir pada Senin (9/8). "Bu Lesti juga, saya tahu kerjanya. Orangnya jujur. Kami ini sama-sama makelar kebaikan."


Bahkan Hardi Darmawan yang merupakan dokter pribadi keluarga Akidi juga mengusulkan agar ada agenda penyerahan simbolis bantuan tersebut. Alasannya demi keterbukaan kepada publik, sehingga sebaiknya juga mengundang pejabat daerah.

Bahkan semula agenda ini akan digelar di Hotel Arya Duta. "(Tapi) karena sedang PPKM Darurat, maka acara penyerahan simbolis akhirnya dilakukan di Kantor Polda Sumatera Selatan pada Senin, 26 Juli 2021," kata Eko kepada Tempo.

Dengan semua situasi tersebut, Eko pun menjadi percaya dengan rencana sumbangan Rp2 triliun yang disampaikan Heriyanty Tio, putri dari Akidi Tio yang kini berurusan dengan pihak berwajib. Kendati demikian, Eko tidak bermaksud menyalahkan kedua pihak tersebut meski sumbangannya diduga fiktif belaka. "Kami sama-sama berniat baik," tegasnya.

Eko memang masih menyimpan tanya mengapa sumbangan tersebut disalurkan melalui dirinya dan Lesti, namun ia menduga karena keduanya sama-sama di Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel sehingga sering masuk televisi. Perihal sumbangan tersebut, Eko pun mengakui kelalaiannya yang tidak memeriksa dengan cermat.

"Itu kesalahan saya. Saya tidak hati-hati, saya tidak mengecek, uangnya di bank apa, rekening mana," ujar Eko.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait