Kemenkes Sebut Daerah Yang Alami Kenaikan Kasus Varian Delta Akan Dapat Tambahan Vaksin COVID-19
Twitter/KemenkesRI
Nasional

Sebelumnya, pemerintah lebih memprioritaskan atau mendahulukan distrubusi vaksin COVID-19 di wilayah Jawa-Bali. Akan tetapi, saat ini pemerintah telah membaginya secara merata.

WowKeren - Angka kasus COVID-19 di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini mulai mengalami penurunan. Meski demikian, pemerintah terus berusaha agar bisa segera mengakhiri pandemi.

Meski angka kasus COVID-19 secara nasional menunjukkan penurunan, tetapi ada sejumlah wilayah yang justru mengalami kenaikan kasus yang disebabkan menyebarnya varian Delta. Maka dari itu, pemerintah mengambil tindakan untuk segera mengatasinya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut bahwa provinsi-provinsi yang mengalami kenaikan kasus mutasi virus Corona (COVID-19) kategori Variant of Concern (VoC), seperti varian Delta, akan mendapatkan tambahan alokasi vaksin COVID-19. Adapun jenis lain yang masuk dalam kategori VoC adalah B117 Alpha, B1351 Beta, dan B1617.2 Delta.

Berdasarkan data Kemenkes per 7 Agustus 2021, tercatat sebaran kasus VoC di Indonesia sudah mencapai 1.447 kasus. Dengan rincian sebagai berikut 1.369 varian Delta, 62 varian Alpha, dan 17 kasus varian Beta.


"Pembagian vaksin itu kita lihat dari jumlah kasus COVID-19, kemudian daerah dengan penularan tinggi, dan daerah yang kena mutasi virus VoC itu akan ditambahkan alokasi vaksinnya berapa persen begitu," tutur Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi COVID-19 Kemenkes kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/8).

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan penambahan itu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan jumlah sebaran kasus COVID-19 di daerah tersebut. Selain itu, Kemenkes juga akan memastikan pendistribusian dan alokasi vaksin COVID-19 saat ini telah dilakukan secara merata di seluruh provinsi Indonesia.

Meski demikian, Nadia tidak memungkiri bahwa dalam pendistribusian vaksin COVID-19 sebelumnya lebih diprioritaskan untuk Jawa-Bali. Hal ini lantaran wilayah tersebut menjadi penyumbang tertinggi kasus COVID-19 secara nasional.

Nadia menerangkan bahwa pemerataan pendistribusian dan alokasi vaksin COVID-19 mulai dilakukan lantaran angka kasus di Jawa-Bali telah mulai melandai dalam beberapa waktu belakangan. Meski demikian, angka kematiannya masih menjadi sorotan.

"Karena DKI Jakarta sendiri itu angkanya bisa 40 ribu atau kurang lebih 20-30 persen ada di DKI Jakarta, makanya memang kita memberikan prioritas untuk menyelesaikan vaksinasi di DKI terlebih dahulu," tandas Nadia. "Ini jadi kita sudah membagi rata saat ini ya untuk vaksinasi, sekarang alokasi luar Jawa-Bali dan Jawa-Bali itu ya sama."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait