Banjir Kritik, DPRD Kota Tangerang Batal Pakai Seragam Dinas Louis Vuitton
AFPPhoto
Nasional

Pengadaan seragam dinas DPRD Kota Tangerang mendadak jadi perbincangan. Sejumlah pihak merasa geram dengan anggaran fantastis seragam dinas bermerek Louis Vuitton itu.

WowKeren - Pengadaan seragam dinas anggota DPRD Kota Tangerang menggegerkan publik. Pasalnya, baju dinas itu disebut akan memakai bahan mewah merek ternama seperti Louis Vuitton dan Thomas Crown. Anggaran yang dibanderol pun cukup fantastis, yakni mencapai Rp675 juta dengan ongkos jahit sebesar Rp667,6 juta.

Pengadaaan ini sontak membuat publik geram. Kritik pedas pun ditujukan untuk DPRD Kota Tangerang.

Menanggapi ramainya pengadaan seragam dinas bermerek itu, Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo akhirnya buka suara.

Gatot beralasan bahwa pihak DPRD Kota Tangerang tidak pernah menunjuk atau menyebut merek saat pengadaan seragam dinas tersebut. Ia pun mengaku bingung.


"Jadi langsung saya jawab, pertama kita tidak pernah unjuk merek, kita tidak pernah nyebut merek, proses merek itu lahir saya enggak tahu pasti, tapi analisis saya itu bisa saja saat proses lelang," kata Gatot saat dihubungi belum lama ini. "Kita DPRD enggak pernah nyebut merek, itu yang perlu kita luruskan dari awal."

"Kedua bingung kita, kadang saya bingung kok ramainya pada saat ada pemenang, bukan pada saat proses, karena bicara pengadaan baju barang setahun sekali," lanjut Gatot. "Seluruh DPRD kabupaten/kota se-Indonesia juga mengadakan, termasuk DPRD provinsi, dan untuk asas keadilan tolong dicek juga dong."

Gatot pun mengatakan bahwa pengadaan seragam dinas untuk tahun ini terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan karena adanya banyak kritik yang terjadi. Ditambah, situasi saat ini yang masih pandemi Covid-19. Namun untuk teknis selanjutnya akan diserahkan ke pihak Sekwan.

"Tadi kami rapat gabungan menyikapi pengadaan baju dinas di tahun anggaran 2021, tadi teman-teman semua bersepakat untuk pengadaan baju dinas 2021 dibatalkan," tambah Gatot. "Itu setahun sekali memang menjadi hak kita. Ukuran baju kita, badan kita berkembang. Ada yang naik, itu pakaian satu setel. Baju dan celana."

Dengan pembatalan ini, anggota DPRD Kota Tangerang disebut tidak akan memiliki seragam dinas baru pada tahun anggaran 2021.

(wk/diah)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait