Demo WN Afghanistan di UNHCR Jakarta Ricuh Sampai 'Korbankan' Anak-Anak, Apa Tuntutannya?
Flickr-EU/ECHO/Pierre Prakash
Nasional

WN Afghanistan pencari suaka menggelar unjuk rasa di depan Kantor UNHCR Jakarta Pusat berbuntut kerusuhan, bahkan sampai melibatkan anak-anak para imigran.

WowKeren - Afghanistan tengah memanas seiring dengan berhasilnya Taliban menggulingkan kekuasaan pemerintahan Ashraf Ghani. Dan tensi itu tampaknya ikut "menular" ke beberapa negara, termasuk di Indonesia.

WN Afghanistan pencari suaka menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor UNHCR, perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB / UN) yang mengurusi masalah pengungsi, di Jakarta Pusat, Selasa (24/8). Demonstrasi pun berujung ricuh sampai polisi dilaporkan mengamankan beberapa orang, termasuk anak-anak para imigran ini.

Mengutip Suara, kericuhan bermula dari polisi yang berusaha membubarkan massa karena Ibu Kota saat ini sedang menjalani PPKM Level 3. Namun pengunjuk rasa berusaha bertahan, termasuk dengan menggunakan anak-anak untuk menghadang para aparat yang berusaha membubarkan mereka.

Demonstran "tega" membaringkan beberapa anak mereka yang dilibatkan di demo tersebut. "Sekarang polisi membawa sepuluh anak kecil," jelas Muhammad Ali, salah satu peserta aksi, dilansir dari Suara.


Di sisi lain, WN Afghanistan yang nekat menggelar demonstrasi mengaku bukannya tidak mengindahkan ketentuan PPKM Level 3 di Jakarta. Namun mereka juga membutuhkan kejelasan nasib mereka di Indonesia agar bisa dipindahkan ke pemukiman permanen di negara ketiga sebagai pengungsi.

"Kami tidak berdaya dan tidak memiliki solusi lain," tutur Hakmat, salah seorang peserta aksi yang sudah pindah ke Indonesia sejak 2013, dilansir dari Detik News. "Selain mengangkat suara kami dan memberi tahu dunia tentang masalah dan kekhawatiran yang kita miliki untuk keluarga, orang, dan negara kami."

"Kami mengadakan protes ini untuk menekan UNHCR, pemerintah Australia dan negara-negara lain yang menerima pengungsi dari Indonesia untuk mengerjakan proses permukiman kembali yang sudah terlalu lama. Ribuan pengungsi telah menunggu di sini di Indonesia selama 8-10 tahun untuk dimukimkan kembali," imbuh Hakmat.

Kalut yang mereka rasakan juga semakin terasa setelah beberapa keluarga dan kerabatnya kembali ke Afghanistan yang saat ini malah kembali dikuasai Taliban. "Selama beberapa minggu terakhir saya benar-benar khawatir tentang keselamatan dan kesejahteraan keluarga saya. Mereka berada dalam bahaya langsung," ujar Hakmat.

Massa demonstrasi sendiri sudah menyemut di sekitar UNHCR Jakarta Pusat sejak pukul 09.00 WIB. Mereka membawa beberapa poster yang menunjukkan rasa frustrasi atas lamanya proses perpindahan mereka sebagai pengungsi.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait