Biden menyebut penerbangan yang mengangkut lebih dari 120 ribu orang Amerika, Afghanistan, dan sekutu lainnya keluar dari negara tersebut sebagai 'keberhasilan luar biasa'.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 01 September 2021 - 11:01 WIB
WowKeren - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengakhiri penerbangan evakuasi dari Afghanistan sejak Senin (30/8) tengah malam. Presiden Joe Biden lantas membela keputusannya menarik semua pasukan AS menjelang tenggat waktu 31 Agustus.
Biden menyebut penerbangan yang mengangkut lebih dari 120 ribu orang Amerika, Afghanistan, dan sekutu lainnya keluar dari negara tersebut sebagai "keberhasilan luar biasa". Padahal masih ada lebih dari 100 orang Amerika yang tertinggal di Afghanistan.
"Saya tidak akan memperpanjang 'perang selamanya' ini," ujar Biden di Gedung Putih, Selasa (31/8). "Dan saya tidak akan memperpanjang jalan keluar selamanya."
Diketahui, evakuasi AS dari Afghanistan dipenuhi oleh kekacauan dan kekerasan. Termasuk adanya insiden bom bunuh diri di Bandara Kabul pekan lalu yang menewaskan 13 anggota militer Amerika dan 169 warga Afghanistan.
Biden sendiri menuai kritik keras terkait evakuasi tersebut, terutama dari Partai Republik. Namun Biden berdalih dengan mengatakan bahwa proses evakuasi dari Afghanistan memang akan sulit dan kemungkinan diwarnai kekerasan, tidak peduli kapan prosesnya direncanakan dan dilakukan.
"Kepada mereka yang meminta perang dekade ketiga di Afghanistan, saya bertanya, 'Apa kepentingan nasional yang vital?'" kata Biden. "Saya sama sekali tidak percaya bahwa keselamatan dan keamanan Amerika ditingkatkan dengan terus mengerahkan ribuan tentara Amerika dan menghabiskan miliaran dolar di Afghanistan."
Biden sendiri dinilai terdengar marah atas beberapa kritik tersebut. Terkait hal ini, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan Sang Presiden hanya menawarkan "penilaian kuatnya".
Sementara itu, Biden turut menyesuaikan hubungan baru dengan Taliban yang kini kembali berkuasa di Afghanistan. Biden telah menugaskan Menteri Luar Negeri Antony Blinken untuk berkoordinasi dengan mitra internasional untuk memastikan Taliban memegang janji mereka tentang perjalanan yang aman bagi orang Amerika dan orang lain yang ingin pergi di hari-hari mendatang.
"Kami tidak memepercayai mereka hanya dengan kata- kata mereka, tetapi dengan tindakan mereka," kata Biden. "Kami memiliki pengaruh untuk memastikan komitmen tersebut terpenuhi."
(wk/Bert)