Wagub DKI Persilakan Warga Berkreasi Lewat Mural Asal Isinya Positif
jakarta.go.id
Nasional

Wagub Ahmad Riza Patria mempersilakan warga Jakarta membuat mural sebagai salah satu bentuk kreativitas seni urban, namun ia meminta agar mural dibuat di tempat yang tepat dan berisi pesan positif.

WowKeren - Fenomena mural yang berisi kritik belakangan ini marak terjadi. Hanya saja, sejumlah mural tersebut akhirnya dihapus oleh aparat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria lantas mengomentari fenomena mural tersebut. Riza mempersilakan warga Jakarta membuat mural sebagai salah satu bentuk kreativitas seni urban, namun ia meminta agar mural dibuat di tempat yang tepat dan berisi pesan positif.

"Jadi kami minta seluruh masyarakat silakan berkreasi, inovasi, semua melakukan mural kemudian grafiti, coretan, sejauh dilakukan di tempat yang baik, tidak mengganggu, isi positif dan konstruktif dan kami bisa memahami," ujar Riza pada Rabu (1/9).

Menurut Riza, seniman seharusnya membuat mural yang berisi ajakan baik mengingat lukisan di tembok tersebut bisa dilihat banyak orang. Riza berpesan agar jangan sampai ada pesan tendensius dalam mural-mural tersebut.

"Jangan dibuat yang bersifat tidak baik, ajakan tidak baik yang tendensius yang melanggar aturan dan ketentuan dan di tempat- tempat umum yang dilarang," katanya.


Lebih lanjut, Riza menegaskan bahwa pemerintah bukan berarti anti-kritik dengan mural-mural tersebut. Namun ia menuturkan bahwa masyarakat dapat menyampaikan kritik kepada pemerintah melalui jalur konstitusional lewat DPRD atau DPR RI.

"Pemerintah tidak pernah anti-kritik, ini negara demokrasi, negara hukum, semua ada aturan sejauh tidak melanggar ketentuan hukum, silakan saja," jelas politisi Partai Gerindra tersebut. "Masing-masing yang berbuat harus tahu batasannya."

Di sisi lain, baru-baru ini mural mirip Presiden Joko Widodo di tembok Jalan Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan turut dihapus. Warga pun heran dengan cepatnya penghapusan mural tersebut.

Seorang warga mengaku mengetahui ada gambar mirip Jokowi dalam mural tersebut. Tulisan dalam mural tersebut berkaitan dengan "tiga periode".

"Ya masa dihapus. Itu kan menurut saya bentuk protes atau kritik yah buat pemerintah. Sah-sah aja," ujar warga yang enggan disebutkan namanya tersebut, dilansir Kompas.com.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait