Beber Kronologi Jemput WNI Di Afghanistan, Menlu Sebut Jadi Salah Satu Evakuasi Paling Berat
Instagram/retno_marsudi
Nasional

Sebelumnya, Indonesia telah berhasil mengevakuasi WNI dari Afghanistan yang saat itu sudah dikuasai oleh Taliban. Baru-baru ini, Menlu RI membeberkan cerita proses evakuasi tersebut.

WowKeren - Pada pekan lalu, TNI Angkatan Udara (AU) mengevakuasi puluhan warga negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan. Tak hanya WNI, mereka juga mengevakuasi beberapa warga asing.

Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membeberkan kronologi proses evakuasi 26 WNI dari Afghanistan pekan lalu. Ia mengaku evakuasi tersebut bukan lah hal yang mudah untuk dilakukan. Pasalnya, membutuhkan kerja sama dari sejumlah pihak baik dalam maupun luar negeri.

"Ibu, Bapak, evakuasi ini merupakan salah satu evakuasi yang paling berat, yang sangat kompleks, dan memerlukan perhitungan yang sangat masak," beber Retno dalam rapat kerja Menlu dengan Komisi I DPR, Kamis, (2/9).

Selanjutnya, Retno mengaku bersyukur lantaran proses evakuasi WNI dari Afghanistan akhirnya berhasil dilakukan dan berjalan lancar. 26 WNI tersebut tiba di Tanah Air pada 21 Agustus 2021, lalu kembali ke keluarganya masing-masing pada 28 Agustus, usai menjalani karantina.


Retno menjelaskan bahwa dalam evakuasi tersebut juga membawa 5 warga negara Filipina dan 2 warga Afghanistan. Ia menyebut ada dua hal yang menjadi pertimbangan dengan matang oleh Indonesia dalam proses evakuasi dari Afghanistan tersebut.

Pertama, kata Retno, keselamatan para evacuee dari titik KBRI menuju bandara. Kemudian yang kedua adalah memperoleh izin landing dan memastikan para evacuee dapat masuk pesawat dengan selamat.

Retno mengungkapkan bahwa pada saat dilakukan evakuasi tersebut, kondisi Afghanistan, khususnya Bandara Kabul, saat itu telah dikuasai oleh Taliban. Maka dari itu, Indonesia meminta jaminan keamanan kepada Taliban agar proses evakuasi bisa berjalan lancar.

Selain itu, Retno juga menuturkan bahwa dalam pertimbangan proses evakuasi tersebut juga lebih banyak berurusan dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO) beserta anggota negara lainnya. "Karena pemberian izin dan pengelolaan militer, semuanya dikelola oleh NATO," lanjutnya.

Retno mengungkapkan bahwa dalam proses evakuasi tersebut, Indonesia menggunakan seluruh asset diplomasi guna memastikan keselamatan dan keamanan WNI dan yang lainnya. Menurutnya, evakuasi pada pekan lalu dinilai tepat waktu. Sebab setelah 20 Agustus, keadaan di Afghanistan menjadi lebih kompleks.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts