Masih Jauh Dari Target, Pemerintah Minta Semua Pihak Dorong Percepatan Vaksinasi COVID-19 Lansia
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Seperti yang diketahui, pemerintah saat ini tengah melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19 bagi penduduk Indonesia, termasuk juga lansia. Lansia sendiri merupakan kelompok rentan.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 hingga saat ini diketahui masih menjadi upaya penanganan pandemi yang dinilai efektif. Pemerintah juga tengah melaksanakan percepatan vaksinasi bagi penduduk Indonesia, khususnya kelompok berisiko tinggi seperti lansia.

Akan tetapi, berdasarakan data covid19.go.id per 8 September 2021, realisasi vaksinasi COVID-19 bagi lansia yang mendapatkan suntikan dosis pertama baru mencapai 5,4 juta atau lebih 25 persen dari target yakni 21,5 juta orang. Sedangkan untuk lansia yang telah mendapatkan suntikan dosis kedua baru mencapai 3,9 juta orang atau 18,1 persen dari target.

Melihat angka yang dicapai masih belum maksimal, bahkan jauh dari target, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan bahwa pemerintah harus terus mendorong kelompok lansia untuk segera divaksinasi COVID-19. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kasus berat yang memerlukan perawatan di rumah sakit.


"Generasi lansia merupakan kelompok yang memiliki risiko kesehatan yang paling tinggi apabila terpapar COVID-19," terang Johnny kepada Liputan6.com, Kamis (10/9). "Oleh karena itu, pemerintah mengajak semua lansia segera melakukan vaksinasi. Semua jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia sudah dipastikan aman dan berkhasiat."

Johnny menerangkan bahwa vaksinasi bagi lansia itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada kelompok sasaran lansia, kormobid, penyintas COVID-19, dan sasaran tunda. Maka dari itu, ia meminta pemerintah bisa mendorong semua pihak untuk terlibat dalam percepatan vaksinasi bagi lansia.

Secara umum, kata Johnny, syarat bagi lansia untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19 sama dengan yang lain. Namun memang ada pertanyaan tambahan mengenai kondisi kesehatan yang meliputi kemampuan fisik dan potensi komorbid.

Adapun alasan di balik pemerintah mendorong agar semua pihak terlibat dalam pelaksanaan percepatan vaksinasi bagi lansia adalah karena termasuk ke dalam kelompok dengan risiko dampak kesehatan paling tinggi apabila terpapar COVID-19. Berdasarkan data covid19.go.id,per 8 September, pukul 17.00 WIB, tingkat kematian akibat COVID-19 paling tinggi terjadi pada lansia yakni mencapai 46,6 persen dari total pasien meninggal.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts