PPKM Level 2-4 Berakhir Hari Ini, Jawa-Bali Masih Sumbang Hampir Setengah Kasus COVID-19 RI
presidenri.go.id
Nasional
PPKM Darurat

PPKM Level 2-4 di Jawa dan Bali akan berakhir pada Senin (13/9). Di sisi lain, Jawa-Bali menyumbang sekitar 43,88 persen pertambahan kasus nasional selama sepekan ke belakang.

WowKeren - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 di Jawa dan Bali akan berakhir pada Senin (13/9). Sedangkan untuk PPKM Level 2-4 luar Jawa-Bali masih akan berlangsung sampai Senin (20/9) pekan depan.

Lantas akankah PPKM Level 2-4 Jawa-Bali diperpanjang kembali hari ini? Pemerintah memang belum memberikan pengumuman apapun, namun kelanjutan PPKM bisa diprediksi dari perkembangan kasus COVID-19 selama enam hari belakangan.

Selama sepekan belakangan, Jawa-Bali ternyata masih menjadi penyumbang kasus terbanyak nasional. Mengutip CNN Indonesia, Jawa-Bali setidaknya menyumbang 43,88 persen dari total pertambahan kasus COVID-19 nasional pada periode 7-12 September 2021, persisnya sebanyak 14.954 dari 34.078 kasus.

Meski secara regional Jawa-Bali kasus positif tampak mengalami penurunan, namun perkembangannya begitu fluktuatif di setiap provinsi. Sedangkan aspek lain yang harus diperhatikan adalah dari segi jumlah tes COVID-19 yang belum mencapai target, yakni rerata pemeriksaan per hari sebanyak 134.502 orang dari target di atas 200 ribu spesimen per hari.

Dari segi kasus sembuh COVID-19, angkanya sudah cukup baik dengan total sepekan mencapai 27.392 kasus. Namun untuk angka kematian COVID-19 hariannya masih mengkhawatirkan dengan kisaran angka 200-an per hari, sedangkan secara nasional biasanya di rentang 200-500.


Sementara untuk tingkat cakupan vaksinasi COVID-19 di Jawa-Bali sudah terbilang tinggi, bahkan lebih dari 50 persen penerima suntikan dosis pertama tercatat di Jawa-Bali. Namun hal ini sekaligus menunjukkan masih ada ketimpangan vaksinasi COVID-19 di Jawa-Bali dan di luar kedua wilayah tersebut.

Sedangkan untuk tingkat keterisian rumah sakit alias BOR memang terlihat melandai. Lantas akankah dengan semua situasi tersebut, PPKM Level 2-4 Jawa-Bali akan diperpanjang? Tentu saja belum ada keterangan lebih lanjut, meski di sisi lain pemerintah juga mengingatkan bahwa COVID-19 mungkin tidak akan sepenuhnya hilang, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo.

"Bahwa yang namanya COVID ini tidak mungkin hilang secara total. Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan, ini penting. Statement ini penting sekali supaya tidak terjadi euforia yang berlebihan, (sebab) begitu lengah bisa naik lagi," ujar Jokowi.

Sementara di sisi lain, Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyarankan agar PPKM kembali diperpanjang. Penetapan level asesmen di setiap daerah, menurut Dicky, menjadi parameter penting agar kegiatan masyarakat bisa terukur sehingga tidak kembali terjadi lonjakan seperti beberapa waktu lalu.

"Masyarakat banyak bertanya kapan PPKM akan berakhir, ya selama pandemi ini ada sebetulnya PPKM itu akan ada," jelas Dicky kepada Kompas, dikutip pada Senin (13/9). "Dan WHO di setiap pandemi ya begitu, juga ada gradasi sampai dicabut nanti status pandemi."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts