PPKM Tetap Jadi Pilihan Penanganan COVID-19, Ini 5 Poin Persiapan Transisi Pandemi Jadi Epidemi
Nasional
PPKM Darurat

Pakar menilai bahwa PPKM Level yang selama ini diterapkan pemerintah akan menjadi pilihan dalam penanganan COVID-19. Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan transisi dari pandemi ke epidemi.

WowKeren - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, 2 Jawa-Bali, pada Senin (13/9) hari ini, berakhir. Namun belum ada tanda-tanda dari pemerintah mengenai nasib PPKM tersebut bakal kembali diperpanjang atau tidak.

Sementara itu, Pakar Kesehatan Masyarakat, Hermawan Saputra menilai bahwa PPKM akan tetap menjadi pilihan dalam penanganan COVID-19. Hal ini lantaran jumlah skala nasional dengan daerah berbeda.

"Rasa-rasanya PPKM itu tetap akan jadi pilihan, karena skala nasional itu tidak sama satu daerah dengan daerah yang lain," ujar Hermawan dalam keterangan, Minggu (12/9). "Ada daerah yang masih level 4, ada daerah yang level 3, bahkan ada level 2. Tetapi kehati-hatian itu sangat penting."

Hermawan lantas meminta agar pemerintah tidak terburu-buru dalam merelaksasi aktivitas masyarakat, karena nantinya bisa menjadi bumerang. Menurutnya, dalam dua pekan terakhir ini, aktivitas masyarakat cukup terbuka, seperti tempat layanan publik, perkantoran, arus lalu lintas kembali ramai.

"Pelonggaran ini harus dimaknai kehati-hatian yang luar biasa, tidak sama ritme satu daerah dengan daerah lain," papar Hermawan.


Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito, menyampaikan ada lima hal penting untuk dipersiapkan saat menghadapi transisi pandemi menuju epidemi. Ganip memaparkan langkah pertama dalam menghadapinya adalah terkait protokol kesehatan.

Ganip menuturkan bahwa masyarakat harus terus diedukasi, di samping melakukan sosialisasi dan mitigasi terhadap perilaku saat pandemi COVID-19. Kedua, meningkatkan dan terus mengupayakan percepatan vaksinasi dengan didukung seluruh unsur pentaheliks.

Ketiga, pelaksanaan testing secara masif. Ganip menuturkan bahwa setiap daerah akan dapat menyediakan minimal 1 laboratorium PCR di tiap kabupaten/kota. Dengan fasilitas yang memadai, ia berharap agar pengecekan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif

Keempat, tracing atau pelacakan. Ganip mendorong agar setiap pemda memperbanyak tenaga swabber dan tracer, agar target yang ditentukan bisa cepat tercapai, yakni 1:15. Artinya, dari 1 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, maka bisa dilakukan pengecekan terhadap 15 orang melakukan kontak erat.

Kelima, treatment. Ganip mengimbau agar setiap daerah menyediakan tempat isolasi terpusat yang memadai. Selain itu, ia juga menekankan agar setiap puskesmas dilakukan penguatan melalui ketersediaan nakes dan obat-obatan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts