BRIN Berencana Bangun Bandar Antariksa  Di Dua Lokasi Ini, Apa Tujuannya?
Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut bahwa saat ini tren pasar satelit tengah tumbuh. Maka dari itu, pihaknya berencana akan membangun bandar antariksa di Indonesia.

WowKeren - Baru-baru ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana untuk membangun bandar antaraiksa di dua lokasi wilayah Indonesia. Adapun lokasi tersebut yakni Pulau Morotai Maluku Utara, dan Pulau Biak, Papua yang menjadi kandidat utama pembangunan bandar antariksa.

Mengenai rencana pembangunan bandar antariksa itu disampaikan oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. Handoko menuturkan bahwa pembangunan itu menindaklanjuti urgensi kebutuhan pengembangan teknologo keantariksaan nasional.

Handoko menerangkan bahwa pembangunan bandar antariksa itu merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, yakni kegiatan peluncuran satelit dari Indonesia. Selain itu, juga tertuang dalam amanat Perpres Nomor 49 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Keantariksaan yang mengamanatkan persiapan bandar antariksa skala kecil.

"Pembangunan bandar antariksa akan dimulai apabila telah dicapai kesepakatan dengan mitra konsorsium swasta pelaku industri peluncuran satelit," jelas Handoko kepada Kontan.co.id, Senin (20/9). "Saat ini kami sedang melakukan penjajakan dengan beberapa kandidat mitra dari dalam/luar negeri."


Handoko menuturkan bahwa BRIN Indonesia merupakan negara besar yang secara geografis termasuk negara kepulauan, sehingga membutuhkan media komunikasi berbasis satelit. Maka dari itu, dibutuhkan teknologi keantariksaan untuk membangun hal tersebut.

Selain itu, kata Handoko, saat ini tengah tumbuh tren pasar satelit, baik yang berukuran nano maupun mikro dengan berbagai kebutuhan, termasuk untuk remote sencing, pemetaan, dan sebagainya. Menurutnya, dengan kondisi geografis Indonesia yang berada dekat dengan garis khatulistiwa menjadi unggulan tersendiri sebagai lokasi strategis untuk peluncuran satelit, lantaran memiliki gravitasi yang rendah.

Mengenai kebutuhan anggaran dalam rencana pembangunan bandar antariksa itu, Handoko menuturkan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar yang merupakan kebutuhan alokasi pembiayaan tahun 2022. Anggaran itu nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan kantor, gedung integrasi, dan pengujian.

Lalu pada 2023, membutuhkan anggaran sekitar Rp800 miliar untuk pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Seperti AWS, AIS, sistem komunikasi, ALE, lonosonda CADI, Gedung Launch Control, Administrasi, dan Gedung Proses Propelan.

Selanjutnya, di tahun 2024, kata Handoko, kebutuhan anggaran Rp50 miliar untuk pengoperasian awal bandar anatariksa, serta pembangunan propelan cair fueling statin.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts