Steve Aoki Ingin Jenazahnya Dibekukan Saat Meninggal Kelak, Berharap Bisa 'Dihidupkan Lagi'
/Brian Ziff
Selebriti

Steve Aoki mengatakan ibu dan saudara perempuannya tidak begitu antusias untuk membekukan diri seperti dia. Kendati demikian, dia berharap dia bisa meyakinkan mereka.

WowKeren - DJ Legendaris Steve Aoki memiliki harapan yang tak biasa terkait bagaimana jenazahnya kelak akan diperlakukan. Pria berusia 43 tahun tersebut mengungkapkan keinginannya agar tubuhnya bisa dibekukan secara kriogenik setelah ia meninggal nanti.

Dengan begitu, ia berharap jenazahnya itu bisa dihidupkan lagi jika penelitian yang semakin maju memungkinkan untuk mewujudkannya. Hal itu disampaikan olehnya di acara "In Depth with Graham Bensinger" minggu ini. Ia menyadari bahwa harapan ini mungkin terdengar menakutkan pada umumnya.

"Keinginan saya adalah apa yang ada di masa depan dengan teknologi otak," kata Aoki. "Tujuannya adalah menemukan cara untuk hidup selamanya, dan kedengarannya agak menakutkan dan gila ketika Anda mengatakan itu."

DJ legendaris yang kekayaan bersihnya dilaporkan mencapai kisaran 100 juta dolar AS ini mengatakan dia berharap untuk menjaga dirinya tetap terpelihara dengan teknologi yang dikembangkan oleh Alcor Life Foundation. Teknologi ini memungkinkan proses pembekuan yang menghabiskan biaya sekitar 220 ribu dolar AS. Lebih lanjut, ia menjelaskan prosedur pembekuan secara garis besar.


"Jadi Alcor adalah fasilitas yang membekukan tubuh. Jika saya sangat beruntung untuk mati di rumah sakit di mana mereka dapat memindahkan seluruh tubuh saya dan dengan cepat membawa tubuh saya, terutama otak, ke dalam suhu Kelvin yang dalam ini, dan jika ada teknologi untuk benar-benar membawa manusia untuk hidup kembali, maka saya bisa kembali."

Dia mengatakan ibu dan saudara perempuannya tidak begitu antusias untuk membekukan diri seperti dia. Kendati demikian, dia berharap dia bisa meyakinkan mereka sehingga dia tidak akan sendirian di masa depan jika rencananya berhasil.

"Tapi sepertinya hal yang menyedihkan adalah, saya tidak ingin kembali dan seluruh keluarga saya pergi," jelas Aoki. "Itu sebabnya saya bertanya kepada seluruh keluarga saya, 'Setidaknya mari kita semua melakukannya bersama-sama'."

Aoki pertama kali mengungkapkan keinginannya untuk dibekukan secara kriogenik pada tahun 2016 ketika dia memberi tahu Rolling Stone apa yang ia rasakan ketika sang ayah meninggal, hingga hal itu menginspirasinya untuk bertindak. "Dia mencengkeram tanganku erat-erat. Dia masih di sana, berjuang. Otaknya belum siap untuk mati," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!