PON XX Papua Pakai Sistem Bubble Ala Olimpiade Tokyo, Begini Panduan Selengkapnya
kominfo.go.id
Nasional

Ketua KONI Pusat memastikan pelaksanaan PON XX Papua dilengkapi dengan protokol kesehatan ketat karena masih pandemi COVID-19, termasuk dengan mengimplementasikan sistem 'bubble'.

WowKeren - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua siap dimulai pada 2 Oktober 2021 mendatang. Penyelenggaraan turnamen olahraga ini tentu dinanti banyak pihak, termasuk soal bagaimana pelaksanaannya di tengah pandemi COVID-19.

Aspek ini pun telah diperhitungkan dengan baik oleh panitia penyelenggara, sebagaimana ditegaskan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman. Ternyata PON XX Papua nanti akan menggunakan sistem bubble selayaknya pengamanan selama Olimpiade Tokyo kemarin.

Perihal pemakaian sistem bubble ini seperti disampaikan Marciano pada Rabu (15/9) pekan lalu. Pergerakan atlet selama di Papua akan diatur dengan ketat, yakni hanya berkutat dari bandara, kampung atlet, dan venue pertandingan, demi meminimalisir paparan COVID-19.

"Setelah sampai di Papua, akan diberlakukan sistem bubble," tutur Marciano, dikutip pada Jumat (24/9). "Di mana para atlet akan berangkat dari bandara menuju athlete village, lalu (dari athlete village) menuju venue untuk berlatih atau bertanding, dan kembali ke athlete village."


Dengan sistem ini, seluruh atlet, ofisial, maupun panitia penyelenggara lain untuk melakukan aktivitas di luar rencana kegiatan yang telah ditentukan. Pihak yang berada di dalam bubble pun dilarang berkontak dengan orang lain dari luar bubble.

Meski demikian, media dan pendukung kegiatan PON XX Papua yang notabene di luar bubble masih boleh masuk asal memenuhi ketentuan yang ditetapkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Saat ini Satgas COVID-19 memang tengah menyusun panduan untuk mengamankan jalannya PON XX Papua.

Termasuk soal mobilisasi antar venue akan dilakukan dengan sarana transportasi yang disiapkan panitia penyelenggara. Bila melanggar, maka akan diberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Protokol yang berlaku juga mewajibkan semua peserta PON XX Papua untuk melakukan karantina, baik secara mandiri dan terpusat, selama 14 hari menjelang keberangkatan. Peserta juga diminta untuk memantau kondisi kesehatan secara rutin, terutama terkait gejala yang berkaitan dengan COVID-19.

Peserta harus menjalani tes swab PCR sehari sebelum keberangkatan ke Papua, yang akan diikuti dengan tes COVID-19 lain ketika tiba di Bandara Papua. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka baru boleh melanjutkan perjalanan ke penginapan dengan transportasi khusus.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait