Keinginan Luhut Agar Aplikasi PeduliLindungi Bisa Jadi Alat Pembayaran Digital Dinilai Belum Pas
https://setjen.pu.go.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Mulai maraknya pembayaran digital di Indonesia, memicu munculnya keinginan dari Luhut agar aplikasi PeduliLindungi juga bisa seperti itu. Akan tetapi hal ini dinilai masih belum pas.

WowKeren - Keberadaan aplikasi PeduliLindungi saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang ingin mengunjungi fasilitas umum seperti mal dan pusat perbelanjaan lainnya. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat juga bisa mengakses sertifikat vaksin COVID-19, setelah melakukan vaksinasi.

Baru-baru ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keinginannya agar aplikasi PeduliLindungi juga bisa digunakan sebagai alat pembayaran digital. Akan tetapi, keinginan Luhut itu dinilai belum perlu lantaran aplikasi masih memiliki sejumlah hal yang tidak sempurna.

Adapun kritik mengenai keinginan Luhut itu disampaikan oleh Guru Besar Bidang Sosiologi Bencana dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Prof Sulfikar Amir. Sulfikar menuturkan bahwa keinginan Luhut itu tidak lah pas.

"Ide dari Pak Luhut untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat pembayaran ini sepertinya tidak terlalu pas," terang Sulfikar kepada wartawan, Jumat (24/9). "Karena sebelumnya, PeduliLindungi itu kan sebuah aplikasi yang data sistemnya khusus dipakai untuk menangani masalah kesehatan."


Sehingga, Sulfikar menganggap ada banyak aspek yang tidak bisa disatukan dengan sisi komersial. Meski demikian, PeduliLindungi diketahui memang memiliki fitur pembayaran.

"Jadi banyak aspek yang tidak bisa disatukan dengan sisi komersial di situ," papar Sulfikar. "Walaupun PeduliLindungi memiliki fitur yang bisa dipakai untuk pembayaran, tetapi kita bicara fungsi utama PeduliLindungi."

Selain itu, Sulfikar juga menyoroti mengenai kekurangan dari aplikasi PeduliLindungi. Salah satunya adalah mengenai kemanan data. Seperti yang diketahui, beberapa waktu yang lalu, sertifikat vaksinasi COVID-19 Presiden Joko Widodo di aplikasi tersebut tersebar luas di media sosial.

Sulfikar lantas menyebut bahwa PeduliLindungi masih memiliki banyak kecacatan, dan harus dibenahi. "Konsepnya sendiri sebenarnya bermasalah kan, jadi PeduliLindungi ini masih banyak cacatnya, tidak buruk amat, masih berjalan dengan baik, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dibereskan," tandas Sulfikar.

Adapun munculnya keinginan Luhut mengenai aplikasi PeduliLindungi bisa menjadi alat pembayaran digital itu lantaran mulai maraknya sistem pembayaran digital lewat teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hal ini diungkapkannya saat dalam Pembukaan Puncak Karya Kreatif Indonesia 2021 oleh Bank Indonesia secara virtual pada Kamis (23/9) kemarin.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts