Kasus Menurun, Menlu Beber Ekonomi Kreatif Jadi Solusi Pemulihan Perekenomian Pasca Pandemi COVID-19
Instagram/retno_marsudi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Saat ini, negara di dunia tengah mempersiapkan pemulihan perekonomian global pasca pandemi COVID-19. Menlu RI menyampaikan beberapa hal mengenai pemulihan ekonomi tersebut.

WowKeren - Kondisi COVID-19 di Indonesia saat ini telah mengalami perbaikan. Beberapa waktu belakangan ini, angka kasus COVID-19 di Indonesia telah mengalami tren penurunan yang signifikan, bahkan positivity rate berada di bawah ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan begini, Indonesia bisa kembali menata strategi untuk pemulihan perekonomian nasional yang sempat mengalami kegoyahan imbas dari pandemi COVID-19. Mengenai hal ini, Menteri Luar Negari (Menlu) RI Retno Marsudi menyatakan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu cara untuk memulihkan ekonomi dunia pasca dihadang oleh pandemi.

Menurut Retno, hal tersebut sejalan dengan keputusan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara aklamasi mengesahkan tahun 2021 sebagai International Year of Creative Economy for Sustainable Development 2021. Ia pun menuturkan bahwa Indonesia juga ingin turut andil dalam perbaikan ekonomi di dunia.

"Tentu kita ingin menjaga momentum pelaksanaan tahun internasional ekonomi kreatif ini," terang Retno dalam press briefing Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York, Sabtu (25/9). "Indonesia ingin mengarus-utamakan agenda ekonomi kreatif dalam agenda masyarakat internasional."


Retno menuturkan bahwa di masa pandemi COVID-19 seperti ini, perlu ada penyesuaian dan adaptasi kegiatan ekonomi masyarakat. Ia lantas menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menjadi solusi yang inovatif dalam menyikapi pandemi dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Dalam pertemuan dengan PBB itu, Retno juga menyampaikan bahwa di masa pandemi dibutuhkan terobosan untuk menciptakan lapangan kerja, mempekerjakan wanita dan anak muda, serta mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam laju pemulihan perekonomian.

"Di sinilah peran penting ekonomi kreatif yang menyumbang lebih dari 30 juta pekerja di dunia, di mana setengahnya adalah perempuan," jelas Retno. "Di Indonesia sendiri, ekonomi kreatif mempekerjakan 14,3 persen tenaga kerja Indonesia."

Lebih lanjut, Retno menilai bahwa industri ekonomi kreatif tidak hanya mampu bertahan di masa pandemi, tetapi juga tumbuh dan berkembang. Maka dari itu, International Year of Creative Economy for Sustainable Development 2021 akan menjadi momentum untuk lebih mendukung ekonomi kreatif sebagai upaya percepatan pemulihan perekonomian global.

Dalam mengarusutamakan industri ekonomi kreatif dalam upaya pemulihan perekonomian, Retno menyebut ada dua hal yakni meminta negara-negara di dunia untuk turut menciptakan kondisi yang kondusif bagi berkembangnya industri tersebut. Kedua, negara di dunia juga diimbau untuk memperkuat kolaborasi dalam mengarusutamakan agenda ekonomi kreatif.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts