Disdik Ungkap Sekolah di Jakarta yang Siap Gelar PTM Terbatas Bertambah Jadi 1.509
UNICEF Thailand
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Menurut Kepala Bidang Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah, penambahan jumlah sekolah yang menggelar PTM terbatas ini merupakan hasil evaluasi dari Dinas Pendidikan DKI.

WowKeren - Jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di DKI Jakarta bertambah. Total ada 1.509 sekolah yang menggelar PTM terbatas mulai Senin (27/9) hari ini.

Menurut Kepala Bidang Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah, penambahan jumlah sekolah yang menggelar PTM terbatas ini merupakan hasil evaluasi dari Dinas Pendidikan DKI.

"Dilihat dari sisi kami dari sekolah dianggap dalam kondisi aman," papar Taga dilansir Kompas.com, Minggu (26/9).

Taga juga menanggapi soal enam sekolah yang melaporkan adanya kasus COVID-19 di masa PTM. Menurutnya, penularan kasus COVID-19 tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolah.


Dinas Kesehatan DKI disebut langsung melakukan tracing kepada seluruh warga sekolah pasca ditemukan kasus COVID-19 tersebut. Tidak ditemukan kasus lain yang berhubungan dengan PTM.

"Dan orang yang berinteraksi dengan pasien (positif COVID-19) sudah di-PCR hasilnya semua negatif," ungkapnya.

Berikut daftar enam sekolah di Jakarta yang melaporkan adanya kasus COVID-19:

  1. SDN 03 Klender: dua siswa dinyatakan positif COVID-19 sehari setelah PTM berlangsung, kemungkinan terpapar di luar sekolah
  2. SMKN 66 Jakarta Timur: seorang guru dinyatakan positif COVID-19, kemungkinan terpapar di rumah
  3. SDN 02 Pondok Ranggon: seorang siswa dinyatakan positif COVID-19, kemungkinan terpapar di rumah
  4. SMP PGRI 20 Jakarta Timur: seorang guru dinyatakan positif COVID-19, kemungkinan terpapar di luar sekolah
  5. SMAN 25 Jakarta Pusat: seorang siswa dinyatakan positif COVID-19, kemungkinan terpapar di luar sekolah
  6. SMAN 20 Jakarta Pusat: seorang siswa dinyatakan positif COVID-19, kemungkinan terpapar di luar sekolah

Dari keenam sekolah yang melaporkan kasus COVID-19 di periode PTM, tak ada satu pun yang menjadi klaster penularan. Pasalnya, kasus-kasus tersebut tidak memenuhi syarat klaster.

Taga juga menjelaskan bahwa Disdik DKI selalu melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI dan Puskesmas terdekat untuk menarik rem darurat jika memang ditemukan adanya kasus COVID-19. "Ketika ada kasus Dinas Kesehatan sudah paham apa yang akan dilakukan," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts