Sempat Viral Langgar Gage, Anggota DPRD DKI Viani Limardi Buka Suara Usai Dipecat PSI
dprd-dkijakartaprov.go.id
Nasional

Viani Limardi disebut telah menggelembungkan laporan penggunaan dana APBD untuk kegiatan reses atau sosialisasi peraturan daerah yang tidak sesuai dengan riilnya.

WowKeren - Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) memutuskan untuk memecat salah satu kadernya, Viani Limardi. Tak hanya dipecat sebagai kader PSI, Viani juga diberhentikan dari kursi anggota DPRD DKI Jakarta.

"Betul, betul, betul diberhentikan," ungkap Juru Bicara DPP PSI Aryo Bimo pada Senin (27/9).

Dalam Surat Keputusan (SK) pemecatan yang beredar, perilaku Viani sebagai anggota DPRD DKI Jakarta menjadi sorotan. Berdasarkan SK tersebut, DPP PSI telah melayangkan surat peringatan (SP) sebanyak tiga kali sebelum memecat Viani.

Menurut SK tersebut, Viani dipecat berdasarkan hasil Rapat Paripurna DPP PSI yang digelar virtual pada 23 September 2021 lalu. SK tersebut juga sudah diteken oleh Ketua Umum PSI Grace Natalie.

Viani disebut tidak mematuhi instruksi DPP pasca melanggar aturan ganjil-genap di Jl Gatot Soebroto pada 12 Agustus 2021 lalu. Viani juga disebut menggelembungkan laporan penggunaan dana APBD untuk kegiatan reses atau sosialisasi peraturan daerah yang tidak sesuai dengan riilnya.

Sebagai informasi, Viani sempat mendapat sorotan beberapa waktu lalu karena melanggar aturan ganjil-genap di Jakarta. Dalam video yang viral di media sosial, tampak Viani marah-marah dan tak terima kala polisi menilangnya.


"Nanti saya akan protes, saya yang bikin aturannya (sistem ganjil-genap)," ujar Viani dalam video tersebut.

Di sisi lain, Viani sendiri mengaku masih belum menerima SK DPP PSI. Oleh sebab itu, ia mengaku akan tetap menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD DKI, termasuk menghadiri rapat paripurna terkait interpelasi Formula E Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Akan hadir. Saya masih resmi menjadi anggota DPRD. Saya akan kawal terus kebijakan dan kepentingan warga DKI Jakarta," jelas Viani dilansir Kompas. "Kita kan tunggu surat resminya, sampai saat ini belum terima surat resminya, makanya saya enggak tahu nih."

Viani juga mengaku baru melihat ramainya pemberitaan terkait pemecatan dirinya dari PSI. Namun hingga Senin kemarin, Viani mengaku masih belum menerima SK pemecatannya secara resmi.

"Saya juga baru baca di berita kok ramai begini, padahal, surat resminya sampai detik ini belum saya terima," katanya.

Selain itu, Viani juga menyatakan bahwa tudingan penggelembungan dana reses yang membuatnya dipecat tidaklah benar. "Sebenarnya tidak benar. Tapi sebelum kita konfirmasi poin per poin, saya tunggu dulu surat resminya," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts