Penjelasan Kemenpora Soal Dana Tambahan Rp 831 Miliar Untuk PON XX dan Peparnas XVI Papua
kemenpora.go.id/putra
Nasional
PON XX Papua 2021

Penyalurannya ditandai dengan perjanjian kerjasama yang dilakukan Kemenpora dengan Panitia Besar (PB) PON dan Peparnas di Auditorium Kemenpora pada Senin (27/9).

WowKeren - Pekan Olaharaga Nasional (PON) XX Papua siap dibuka pada 2 Oktober 2021 mendatang. Menjelang pembukaan ajang olahraga tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyalurkan dana tambahan sekitar Rp 831 miliar untuk gelaran PON XX Papua dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Dana tambahan tersebut bersumber dari Bagan Akun Bendahara Umum Negara (BA BUN). Penyalurannya ditandai dengan perjanjian kerjasama yang dilakukan Kemenpora dengan Panitia Besar (PB) PON dan Peparnas di Auditorium Kemenpora pada Senin (27/9).

Dari total dana tambahan tersebut, Rp 715 miliar ditujukan untuk PB PON. Sedangkan Rp 116 miliar sisanya untuk PB Peparnas.

Menurut Menpora Zainudin Amali, penambahan anggaran tersebut disalurkan usai Lukas Enembe selaku Gubernur Papua sekaligus Ketua PB PON Papua mengajukan permohonan ke Presiden Joko Widodo. Kementerian Keuangan lantas menyetujui dana tambahan senilai Rp 1,4 triliun untuk PON Papua dan Rp 175 miliar untuk Peparnas Papua.


"Prosesnya memang panjang karena kami harus hati-hati menyangkut administrasi," jelas Menpora Amali. "Saya khususnya berpesan kepada teman-teman Kemenpora agar pelaksanaan PON Papua, sukses prestasi, penyelenggaraan dan administrasi."

Lebih lanjut, Amali menjelaskan adanya perbedaan jumlah yang ditandatangani dalam perjanjian kerjasama, dengan anggaran yang disetujui Kemenkeu. Menurut Amali, sebagian pengajuan anggaran masih membutuhkan kelengkapan administrasi.

"Jadi yang ditandatangani tadi yang sudah lengkap administrasinya. Kenapa kami lakukan seperti itu, karena kami ini hanya menjadi tempat lewat," paparnya. "Jadi ini tidak dikelola Kemenpora. Dana dari Kementerian Keuangan, dari BA BUN, langsung disalurkan melalui PB PON dan Peparnas."

Di sisi lain, Amali juga menegaskan bahwa kesuksesan prestasi tuan rumah Papua di PON harus diikuti dengan kesuksesan penyelenggaraan ajang olahraga empat tahunan tersebut. Ia berpesan agar PB PON dan Peparnas dapat memberikan pelayanan terbaik untuk kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia.

"Harus membuat rasa nyaman dan aman supaya tidak ada yang pulang dari Papua punya kesan yang tidak baik. Saya berharap PB PON melaksanakan itu dan pasti bisa," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts