Pada Selasa (28/9), terungkap bahwa program survival girl grup 'Idol School' telah memanipulasi peringkat trainee sebanyak 233 kali selama acara berlangsung.
- Intan Maharani
- Rabu, 29 September 2021 - 15:35 WIB
WowKeren - Hingga saat ini, kasus manipulasi voting "Idol School" masih menjadi perhatian beberapa pihak. Baru-baru ini terungkap bahwa program yang melahirkan grup Fromis_9 tersebut telah memanipulasi peringkat trainee sampai ratusan kali.
Berdasarkan catatan pertemuan sub-komite Musyawarah Penyiaran yang ke-12, "Idol School" terungkap telah memanipulasi voting dan peringkat trainee sebanyak 233 kali. Hal itu diungkapkan oleh perwakilan komite Jeong Kyung Shik pada Selasa (28/9).
Dalam acara survival audisi girl grup yang ditayangkan Mnet itu, peringkat para kontestan dimanipulasi sejak episode 2 sampai dengan 11. Bahkan sejak eliminasi pertama, sejumlah trainee seharusnya tidak gugur dalam kompetisi.
"Ketika eliminasi ke-4 diumumkan, 10 trainee yang terkena eliminasi tetap mengikuti kompetisi. Sementara 10 trainee yang seharusnya bertahan dalam kompetisi tersingir secara tidak adil," ungkap Jeong Kyung Shik.
Selain itu, diumumkan bahwa kepala produser "Kim" telah divonis hukuman satu tahun penjara dan denda 10 juta won atau 120 juta rupiah. Permasalahan dengan para peserta yang terdampak manipulasi, termasuk Lee Hae In, juga sudah diselesaikan.
Sebelumnya telah diungkapkan bahwa Lee Hae In seharusnya berada di peringkat pertama. Namun ia harus menjadi korban manipulasi di mana peringkat yang diumumkan bukanlah aslinya. Hal ini dikarenakan sejak awal produser merasa bahwa Lee Hae In tidak cocok dengan citra grup debutan.
Sebagai tambahan, anggota komite juga berpendapat bahwa jenis program audisi seperti ini mempunyai dampak sosial yang besar di tengah masyarakat. Hal itu dikarenakan program survival selama ini menarik minat publik secara besar-besaran dan berpengaruh pada masa depan para kontestan.
Sehingga kecurangan dengan cara sengaja mengubah peringkat kontestan sama saja menipu para kontestan dan menciptakan suasana kompetisi tidak adil. Sehingga komite ini berharap agar sanksi akhir terhadap "Idol School" segera diputuskan.
(wk/inta)