Gedung KPK pada Kamis (30/9) hari ini tampak dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Hal ini kemungkinan lantaran pada Kamis (30/9) merupakan hari pemecatan pegawai KPK yang tidak lulus TWK.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 30 September 2021 - 11:30 WIB
WowKeren - Pada Kamis (30/9) hari ini, puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk beralih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) telah resmi dipecat. Total pegawai yang resmi dipecat adalah 57 orang, termasuk Novel Baswedan di dalamnya.
Pada hari pemecatan pegawai KPK itu, terpantau situasi di sekitar wilayah Gedung Merah Putih KPK dijaga ketat oleh aparat keamanan. Bahkan juga tampak dua unit mobil water cannon serta mobil pemadam kebakaran (damkar) terparkir di sekitar gedung.
Kemudian juga tampak puluhan petugas kepolisian yang terbagi dalam beberapa titik di area gedung KPK. Lalu tampak juga mobil Brimob serta truk dari Polda Metro Jaya. Selain itu, area Jl Persada, Kuningan juga ditutup akesesnya, sehingga pengendara dari arah utara dialihkan langsung menuju Jl HR Rasuna Said.
Sementara itu, Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo Harahap yang juga termasuk ke dalam deretan pegawai dipecat, pamit undur diri sebagai penyidik. Hal ini disampaikannya melalui cuitan di Twitter resminya, @yudiharahap46.
"Pamit ya tweeps dari sebagai penyidik KPK, terima kasih atas dukungannya selama ini," tulis Yudi di Twitter, Kamis (30/9).
Selain itu, dalam cuitan di Twitter-nya itu, Yudi juga menyematkan sebuah tangkapan layar yang berisi ucapan terima kasih dan maaf kepada masyarakat. Yudi sendiri diketahui telah mengabdi kepada lembaga antirasuah selama 14,5 tahun.
"Bapak/Ibu/Abang/Kakak/dinda-dinda semua, ini hari terakhir saya bekerja di KPK, mohon maaf jika ada salah kata dan perbuatan selama 14,5 tahun ini," ungkap Yudi. "Terima kasih atas segala doa, kebaikan, dukungan serta semangatnya. Saya belum memutuskan akan ke mana, mungkin dalam beberapa saat ke depan, saya mau menikmati dulu hari-hari bersama keluarga dan juga sahabat yang jarang bertemu."
Dalam pesan tersebut, Yudi juga mengatakan bahwa dirinya akan tetap bekerja untuk negeri seperti saat menjadi penyidik ketika memberantas korupsi di KPK. Ia pun menyebut bahwa meski langkahnya telah terhenti di KPK, tapi semangat untuk memberantas korupsi tidak boleh kendor.
(wk/tiar)