Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Tahap I Diumumkan Besok, Banyak Guru Honorer Dikhawatirkan Kecewa
Twitter/kominfotikjb
Nasional
Seleksi CPNS dan PPPK 2021

Ketua Umum Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional Rizki Safari Rakhmat mengkhawatirkan akan ada banyak guru honorer yang akan kecewa.

WowKeren - Hasil Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru 2021 tahap I akan diumumkan pada Jumat (8/10) besok. Namun, Ketua Umum Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional Rizki Safari Rakhmat justru mengaku punya perasaan buruk soal nasib para peserta.

Melihat perkembangan yang ada, Rizki memprediksi akan ada banyak guru honorer yang kecewa karena tidak lulus tes. Terlebih pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mengedukasi guru honorer untuk menyiapkan diri dalam mengikuti Seleksi Kompetensi PPPK Guru tahap II.

"Saya merasakan akan banyak teman guru honorer yang kecewa," tutur Rizki kepada JPNN.com, Kamis (7/10).

Oleh sebab itu, Rizki dan pengurus Forum Guru Honorer lainnya terus saling menyemangati. Apabila peserta gagal di Seleksi Kompetensi PPPK Guru tahap I, masih ada tahapan berikutnya yang bisa ditempuh.

"Jangan dulu berharap terkait afirmasi tambahan," ucap Rizki. "Lebih baik sedia payung sebelum hujan."


Rizki juga mengingatkan bahwa sejumlah pejabat di Kemendikbudristek, KemenPAN-RB, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menyatakan tak mungkin seluruh peserta diluluskan. Hal ini demi adanya perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah disebut-sebut telah mengubah ambang batas nilai Seleksi Kompetensi PPPK Guru 2021. Hal ini seperti diatur di Keputusan MenPAN-RB Nomor 1169 Tahun 2021 yang diteken Menteri Tjahjo Kumolo pada Rabu (6/10).

Nilai ambang batas yang baru ini akan dibagi dalam 3 kategori. Untuk Nilai Ambang Batas Kategori 1 sesuai yang ditetapkan di KepmenPAN-RB 1127/2021. Nilai Ambang Batas Kategori 2 khusus berlaku untuk kelompok peserta dengan usia minimal 50 tahun.

Sementara Nilai Ambang Batas Kategori 3 terdiri atas beberapa poin. Yakni nilai Seleksi Kompetensi Teknis yang sesuai dengan formasi masing-masing, diikuti dengan nilai minimal 130 untuk Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural, serta minimal 24 untuk Wawancara.

Seluruh peserta awalnya akan dikenakan Nilai Ambang Batas Kategori 1 dan berperingkat terbaik. Jika masih terdapat alokasi kebutuhan yang belum terpenuhi, maka diberlakukan Nilai Ambang Batas Kategori 2 dan berperingkat terbaik. Kemudian jika masih ada alokasi kebutuhan yang belum terpenuhi, maka bisa diisi dengan penilaian sesuai Nilai Ambang Batas Kategori 3 dan berperingkat terbaik.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts