RI Ditegur Badan Anti-Doping Dunia Hingga Dilarang Kibarkan Bendera, Menpora Beri Klarifikasi
kemenpora.go.id/Putra
Nasional

Indonesia mendapat peringatan dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) sehingga terancam mendapat sanksi. Menpora Zainudin Amali pun menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

WowKeren - Badan Anti Doping Dunia (WADA) menyampaikan teguran terhadap Indonesia. Dalam tegurannya, WADA menilai Indonesia tidak patuh pada penegakan standar anti-doping sehingga mendapat sejumlah sanksi seperti tidak boleh menjadi tuan rumah agenda olahraga maupun mengibarkan bendera Merah Putih apabila memenangkan sebuah pertandingan.

Teguran ini pun sempat memicu kekhawatiran lantaran Indonesia tengah terlibat dalam banyak agenda olahraga, bahkan sedianya menggelar sejumlah pertandingan internasional dalam beberapa waktu ke depan. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali kini memberi klarifikasi.

"Memang benar kita mendapatkan surat dari WADA itu tentang dianggap ketidakpatuhan," ujar Amali membenarkan surat teguran tersebut. Ia membenarkan pula jika Indonesia dianggap tidak patuh terhadap penegakan standar anti-doping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) pada 2020.

Menurut Amali, WADA sudah mengeluarkan surat teguran pada September kemarin. Namun respons dari Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) kurang memadai sehingga pada Kamis (7/10) WADA kembali mengirimkan surat teguran.


Kemenpora pun segera berkoordinasi dengan LADI untuk mengklarifikasi kepada WADA. Yang menjadi duduk perkara ternyata karena Indonesia tidak bisa mengirimkan jumlah sampel yang sesuai dengan TDP akibat berhentinya pertandingan olahraga selama pandemi COVID-19 pada Maret 2020.

"Ini yang menyebabkan berkurangnya jumlah sampel yang dikirim ke lab anti-doping di Qatar. Sedangkan untuk tahun 2021 masih akan diharapkan dari sampel yang diambil saat PON XX Papua," jelas Amali, dikutip dari laman resmi Kemenpora, Sabtu (9/10).

"Ini lebih pada pengiriman sampel. Karena pengambilan sampel kita memang merencanakan akan memberikan sampel pada tahun 2020," sambungnya.

Aktivitas pertandingan olahraga yang terhenti karena wabah COVID-19 menyebabkan tidak ada sampel yang cukup untuk dikirim sesuai standar. Pasalnya atlet-atlet yang hendak diambil sampelnya pun sudah diberangkatkan untuk mengikuti berbagai agenda di luar negeri, sedangkan di Indonesia tidak ada turnamen.

Meski demikian, Indonesia optimis memenuhi target sampel yang diperlukan karena saat ini sedang diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. "Artinya dari PON ini kita bisa banyak sampel dan apa yang sudah direncanakan itu, insya Allah akan terpenuhi," ungkapnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts