Menkes Ungkap Tingkat Vaksinasi COVID-19 Lansia Masih Rendah: Baru Capai 7 Juta Dari 21 Juta Sasaran
Twitter/KemenkesRI
Nasional

Pemerintah hingga kini masih terus menggalakkan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat Indonesia, termasuk juga kelompok lansia. Lansia ini dinilai sebagai kelompok yang rentan terpapar COVID-19.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 hingga kini masih menjadi strategi andalan pemerintah Indonesia dalam melawan pandemi. Pemerintah juga masih terus menggencarkan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat Indonesia, termasuk di antaranya kelompok lanjut usia (lansia).

Akan tetapi, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa tingkat vaksinasi COVID-19 kelompok lansia hingga kini masih rendah. Dari total sasaran sebanyak 21 juta orang, baru sekitar 7 juta lansia yang sudah divaksin. Artinya bahwa, masih ada sekitar 14 juta lansia yang harus segera divaksin COVID-19.

"Masih banyak yang belum divaksinasi, ada yang memang takut ke rumah sakit, tidak diajak anggota keluarganya, atau enggan keluar rumah," terang Budi melalui laman resmi Kemkes.go.id, Senin (11/10). "Sehingga mesti dibantu untuk diyakinkan agar mereka bisa segera divaksinasi."

Selain itu, Budi juga mendorong agar anggota keluarganya juga memberikan pemahaman terhadap orangtuanya maupun anggota keluarganya yang lansia supaya bisa segera divaksin. Menurutnya, edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh anggota keluarganya secara intensif mengenai pentingnya vaksinasi itu diharapkan dapat menguatkan tekad lansia untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19.

Budi mengatakan, berkacara pada Singapura yang dalam beberapa waktu terakhir ini mengalami lonjakan kasus COVID-19, serta lonjakan kematian, terutama pada kelompok lansia. Ia mengharapkan agar vaksinasi terhadap kelompok lansia di daerah bisa segera dan semakin digalakkan untyk mengurangi angka keparahan dan angka kematian akibat COVID-19.

Seperti yang diketahui, lansia merupakan kelompok sangat rentan terpapar COVID-19. Maka dari itu, pemerintah memprioritaskan lansia untuk segera mendapatkan vaksin COVID-19, dengan harapan bisa mengendalikan angka kesakitan bahkan juga kematian pada lansia.

Lebih lanjut, Budi menerangkan bahwa berdasarkan data Kemenkes, kelompok lansia memiliki faktor risiko hingga 60 kali lipat lebih parah dibandingkan dengan anak-anak. Bahkan selama pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia, kelompok yang memerlukan perawatan di rumah sakit, didominasi oleh lansia.

"Dari data kami orang yang terpapar Covid-19 masuk RS dan wafat paling besar yang usianya di atas 60 tahun," ungkap Budi. "Jadi, kalau ada kakek dan neneknya yang belum divaksin, cepat-cepat dibawa ke faskes atau sentra vaksinasi."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait