Pinjol Ilegal Ramai Digerebek, 1 Ruko Terungkap Operasikan 23 Aplikasi
PxHere
Nasional

Polisi mengamankan hingga 56 pegawai dari penggerebekan kantor pinjol di Jakarta Barat. Sedangkan penggerebekan di Yogyakarta menunjukkan satu ruko yang mengoperasikan hingga 23 aplikasi pinjol.

WowKeren - Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan keresahannya terkait aplikasi pinjaman online yang menjerat banyak masyarakat miskin. Dan tak lama setelahnya, media diramaikan dengan berita penggerebekan kantor-kantor pinjaman online terutama yang ilegal.

Yang terbaru, polisi menggerebek kantor pinjol di Jakarta Barat dan sebanyak 56 orang diamankan. Namun penggerebekan yang dilakukan tidak berhenti sampai di situ, bahkan terdapat fakta mengejutkan dari hasil operasi di DI Yogyakarta.

Sebuah ruko yang digerebek ternyata sekaligus mengoperasikan 23 aplikasi pinjol ilegal dan satu pinjol yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ruko ini dilaporkan berada di wilayah Samirono, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Penggerebekan sendiri bermula dari laporan korban yang sampai tergolek di rumah sakit karena diteror debt collector pinjol. "Kita lakukan pendalaman, langsung dengan mencari keberadaan pelaku pinjol yang meneror korban," ujar Dirreskrimsus Polda Jawa Barat, Kombes Pol Arif Rahman, Kamis (14/10).


Dari penggerebekan ini, polisi mengamankan 83 orang. "Dari operasi itu tim gabungan pun langsung gerebek sebuah ruko, dan berhasil mendapati adanya praktik pinjol ilegal tersebut. Ada 23 pinjol ilegal dan satu yang terdaftar di OJK," imbuh Arif.

Sedangkan penggerebekan di Jakarta Barat, yang sempat menjadi viral karena semua pegawainya terpotret mengangkat tangan, bermula dari laporan masyarakat. Kini polisi pun telah mengamankan semua barang bukti sekaligus karyawan di pinjol tersebut.

Total 56 pegawai pinjol tersebut diamankan pihak kepolisian. Disebutkan bahwa meerka memiliki peran masing-masing yang fokus pada bidang pemasaran hingga penagihan utang.

"Kemarin yang diamankan sebanyak 56 orang. Mereka semuanya adalah karyawan dan bekerja di beberapa bagian seperti marketing maupun penagihan utang," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi kepada Tribunnews, dikutip pada Jumat (15/10).

Kendati demikian, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka sebagai tindaklanjut penggerebakn ini. "Kami masih dalami dulu untuk tentukan berapa tersangkanya. Jadi yang 56 kemarin sekarang diperiksa," imbuh Hengki.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts