Jokowi Minta BUMN Sakit Ditutup Saja: Enggak Ada Selamat-Selamatin
BPMI Setpres
Nasional

Presiden Jokowi meminta agar upaya proteksi atau pengamanan terhadap BUMN yang sudah sakit tersebut tak terus diberikan karena hanya akan membuat mereka menjadi 'manja'.

WowKeren - Presiden Joko Widodo membahas soal sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kondisi keuangannya sudah sakit. Jokowi meminta agar upaya proteksi atau pengamanan terhadap BUMN yang sudah sakit tersebut tak terus diberikan karena hanya akan membuat mereka menjadi "manja".

Adapun proteksi yang dimaksud adalah seperti penyertaan modal negara (PMN). Jokowi tak ingin proteksi itu terus diberikan kepada BUMN yang sudah sakit karena setiap kondisi keuangan sedang tidak stabil, kas negara harus turun tangan untuk memberikan PMN.

"Kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN-nya terlalu keseringan kita proteksi, sakit tambahi PMN, sakit suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali," tutur Jokowi kala memberikan arahan kepada ara Direktur Utama BUMN di Kabupaten Manggarai Barat.

Jokowi menilai upaya proteksi yang terlalu sering akhirnya mengurangi kemampuan untuk berkompetisi. Oleh sebab itu, Jokowi mengusulkan agar BUMN yang sakit sebaiknya segera ditutup saja.


"Kalau Pak Menteri sampaikan pada saya, pak ada perusahaan seperti ini, kondisinya BUMN. Kalau saya langsung, tutup saja. Enggak ada selamat-selamatin, gimana kaya gitu," katanya.

Di sisi lain, Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya telah mengungkapkan ada tujuh perusahaan pelat merah yang akan dibubarkan. Menurut Erick, ketujuh perusahaan BUMN tersebut sudah lama tak beroperasi sehingga harus segera dibubarkan. Langkah pembubaran tersebut akan dilakukan sampai akhir tahun 2021 atau paling lambat awal 2022.

"Sekarang yang perlu ditutup itu ada tujuh yang memang sudah lama tidak beroperasi. Ini kan kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung dan kita kan zalim kalau jadi pemimpin tidak beri kepastian," ujar Erick pada 23 September 2021 lalu.

Adapun ketujuh BUMN yang dimaksud adalah PT Kertas Leces (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), hingga PT Kertas Kraft Aceh (Persero). Lalu ada PT Istaka Karya (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts