Pinjol Berani Tagih Utang dengan Kirim Foto Porno Editan Debitur, Pegawai Ungkap Alasannya
PxHere
Nasional

Belakangan pinjaman-pinjaman online diberantas, sehingga polisi bisa mengungkap modus penagihan utang yang bahkan menggunakan konten vulgar. Pegawai yang bersangkutan pun mengungkap alasannya.

WowKeren - Indonesia belakangan seperti "bersih-bersih" pinjaman online, terutama yang ilegal. Banyak yang digerebek demi mengungkap modus operandi serta cara-cara pegawai menagih utang kepada debitur yang acapkali dilakukan dengan cara yang kurang baik.

Termasuk di antaranya dengan mengirim konten porno hasil editan dari sosok sang debitur. "Dia (pinjol) gunakan DC (debt collector) disertai dengan ancaman disertai dengan konten pornografi," tutur Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi pada Selasa (19/10).

Lantas bagaimana cara aplikasi pinjol bisa menyiapkan konten porno debitur? Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menjelaskan, korban diminta menginstal suatu aplikasi di mana pihak pinjol ilegal dapat mengakses kontak maupun galeri foto korban yang kemudian bisa diedit dengan konten vulgar.

"Bulan September dari perusahaan pinjol memberikan SMS ke korban mengatakan sudah terkirim dana Rp23 juta, sehingga korban cek tabungan ternyata nihil. Tiga hari kemudian, DC menelepon mengatakan sudah jatuh tempo," kata Johanson.

"Dikatakan kalau tidak bayar akan kirim ke semua WA kalau (korban) menipu. Ada foto vulgar diedit, dikirim. Sehingga korban merasa malu, ada pemerasan dan ancaman," imbuh Johanson.

Kasus ini pun berujung dengan pengamanan terhadap 4 orang dan satu orang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara salah seorang tersangka AKA mengaku bertugas menagih utang.


Tersangka itu pun mengaku mendapat tugas mengedit foto. "Ya biasa kayak nagih-nagih. (Yang mengedit foto) sama, saya," terang AKA.

AKA pun menjelaskan modus penagihan utang, yakni mengirim pesan spam secara beruntun atau dengan menelepon nasabah langsung atau via kontak darurat yang dicantumkan nasabah. Apabila kemudian nasabah tidak merespons atau tidak menyanggupi pembayaran, maka editan foto berupa wajah korban yang dipasang di konten vulgar disebarkan.

Namun sebenarnya apa alasan pegawai pinjol berani melakukan penagihan utang dengan cara seperti itu? Karyawan di PT ANT Information Consulting bernama Soza hal ini karena tekanan perusahaan yang selalu menanyakan pembayaran tiap menitnya.

"Tiap beberapa menit ditanya payment, payment. Kita secara pribadi ini berputar gimana caranya bisa payment," jelas Soza kepada para penyidik. "Saya lihat kiri, kanan, lihat penagihan begini (modus pakai foto porno)."

Diterangkan olehnya, foto porno yang dimaksud telah tersimpan di dalam komputer yang dipakainya untuk bekerja. Biasanya Soza mengedit konten porno dengan menambah tulisan berupa nama peminjam.

Selain itu, foto KTP debitur juga disertakan di konten vulgar tersebut. Namun Soza juga memastikan bahwa konten porno itu sebenarnya bukanlah foto peminjam. "Bukan (foto nasabah)," terangnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts