Sejumlah daerah di Indonesia saat ini tengah berada pada bayang-bayang bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. BMKG pun memberi peringatan sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim).
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 08 November 2021 - 11:54 WIB
WowKeren - Seperti yang diketahui, sejumlah daerah di Indonesia saat ini tengah mulai memasuki musim hujan. Bahkan di sebagian wilayah tersebut juga telah mengalami banjir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa hujan deras disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Senin (8/11) siang dan sore. Teguh Tri Susanto selaku Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo menyebut bahwa sejumlah daerah di Jatim yang berpotensi hujan disertai angin kencang adalah Trenggalek, Blitar, Malang, Batu, Probolinggo, Lumajang, Bojonegoro, Nganjuk, Pacitan, Tulungagung, dan Jember.
"Kami mengeluarkan peringatan dini terkait dengan potensi hujan deras dengan disertai angin kencang tersebut supaya masyarakat lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi," jelas Teguh dalam keterangan.
Maka dari itu, Teguh mengimbau agar masyarakat bisa mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor saat hujan deras. Selain itu, juga tidak menutup kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi lainnya.
"Tingginya curah hujan akan berpengaruh pada kemungkinan terjadinya bencana banjir, tanah longsor, atau bencana hidrometeorologi lainnya," tandas Teguh.
Sementara itu, dengan adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang berpotensi banjir di sejumlah wilayah Indonesia itu, Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan penanganan bencana berdasarkan Early Forecast Based Disaster Management atau Penaggulangan Bencana Berbasis Prakiraan Dini. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said dalam sebuah diskusi.
Sudirman menjelaskan bahwa program Penanggulangan Bencana Berbasis Prakiraan Dini itu merupakan bentuk kerja sama dengan BMKG dan BNPP. "Berdasarkan data-data yang ada akan terlihat apabila di hulu mendung tebal, PMI bisa memperkirakan hujan yang turun akan sederas apa hingga risiko banjir akan seperti apa," jelas Sudirman dalam keterangan tertulis, Senin (8/11).
"Bahkan PMI juga bisa memperkirakan berapa banyak desa bisa terendam, maka PMI bisa menyiapkan pengungsian," imbuh Sudirman. Dengan begini, korban jiwa dan segala kerugian bisa diminimalisir.
(wk/tiar)