Sebuah rumah di Cipondoh, Kota Tangerang terbakar pada Selasa (9/11) pagi. Butuh sekitar 2 jam hingga api berhasil dipadamkan. Kebakaran ini menyebabkan satu keluarga meninggal.
- Elvariza Opita
- Selasa, 09 November 2021 - 14:04 WIB
WowKeren - Sebuah rumah di salah satu perumahan di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten dilaporkan mengalami kebakaran pada Selasa (9/11) pagi. Yang menjadikan kasus ini begitu memprihatinkan, seluruh anggota keluarga di dalam rumah tersebut dinyatakan tewas terbakar.
Kebakaran ini terjadi di pada pukul 04.30 WIB. "Api diperkirakan berasal dari hubungan pendek arus listrik. Saat api padam, ada empat korban meninggal di dalam rumah," kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim.
Keempat korban tewas dalam peristiwa ini adalah Johan (35), Elvina (31) sang istri, Jason (5) putra mereka, serta seorang perempuan berusia 60 tahu yang belum diketahui identitasnya namun disebut sebagai mertua Johan. "Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp600 juta. Ada dua sepeda motor dan satu mobil yang terbakar di rumah ini," tutur Rachim.
Kebakaran yang terjadi baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB setelah dibantu oleh empat unit mobil pemadam kebakaran. "Awalnya tetangga rumah, Ronny, mendengar suara gaduh dan keluarnya asap. Saat dia keluar, api di rumah sebelah kirinya sudah membesar dan dia berteriak meminta pertolongan," jelas Rachim.
Tetangga sekitar rumah korban memang mengaku baru menyadari kebakaran tersebut setelah api membesar. Meski demikian, Juan (19) mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong saat awal-awal terjadinya kebakaran.
"Pas awal-awal terdengar teriakan minta tolong. Teriakannya hanya hitungan detik saja kedengarannya. Teriakannya juga tidak berlangsung lama," ujar Juan.
Kemudian para tetangga mendengar suara ledakan, namun bukan dari mobil atau motor yang dimiliki keluarga tersebut. "Mungkin kayak tabung gas, kulkas, dan berhubungan dengan listrik meledak di dalam," ungkap Juan.
"Justru kita warga pada bangun karena ada suara ledakan-ledakan itu pertamanya. Memang paling dekat tahunya apinya udah besar," sambung Juan. "Ada yang sempat mendengar minta tolong tapi di awal-awal banget, orang di dalam perempuan atau prianya saya kurang tahu."
Warga kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mereka juga berusaha menyelamatkan mobil korban agar kebakaran tidak semakin besar.
"Jadi warga ancurin mobilnya agar rem tangannya mau kita turunin biar mobilnya jalan sendiri untuk menghindari meledak. Tapi rem tangannya kayak macet gitu jadi nggak bisa, karena kalau sampai meledak kan makin gede lagi," terang Juan. "Tapi untungnya mobilnya belum meledak, jadi masih amanlah."
(wk/elva)