Seperti yang diketahui, angka kasus COVID-19 belakangan ini di Indonesia telah menunjukkan penurunan. Meski demikian, Satgas COVID-19 minta untuk tetap memperhatikan prokes.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 10 November 2021 - 08:18 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih terus berupaya agar bisa segera keluar dari pandemi COVID-19. Buah dari kerja keras pemerintah beserta pihak terkait pun tampaknya menunjukkan hasil yang baik.
Seperti yang diketahui, angka kasus COVID-19 di Indonesia sendiri secara berangsur-angsur sudah menunjukkan penurunan. Selain itu, vaksinasi COVID-19 juga terus digencarkan oleh pemerintah agar seluruh penduduk bisa divaksinasi.
Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Penanganan COVID-19 menyampaikan bahwa pada pekan ini, penurunan kasus tercatat mencapai 12,2 persen. Penurunan ini telah terjadi selama 16 minggu berturut-turut dari puncak kedua pada Juli lalu.
Meski demikian, ada lima provinsi yang mencatatkan kenaikan kasus positif COVID-19 tertinggi jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Adapun kenaikan kasus tertinggi itu terjadi di Papua Barat, naik 100 kasus, DIY, naik 77 kasus, DKI Jakarta, naik 46 kasus, Sulawesi Tenggara naik 7 kasus, dan Kepulauan Bangka Belitung, naik 5 kasus.
Wiku menuturkan meski angka kenaikan kasus COVID-19 itu terbilang relatif rendah, namun harus tetap menjadi perhatian pemerintah daerah (pemda). Maka dari itu, ia meminta agar seluruh gubernur yang wilayahnya mengalami kenaikan kasus, agar segera berkoordinasi dengan bupati dan wali kota di masing-masing daerah untuk mengantisipasi kenaikan kasus di pekan berikutnya serta meningkatkan upaya pencegahan COVID-19.
Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan bahwa yang mengalami penurunan bukan hanya kasus COVID-19, melainkan juga angka kematian akibat virus tersebut. Satgas mencatat angka kematian akibat COVID-19 pada pekan ini lebih rendah dari penurunan kasus positif yakni sebesar 31,7 persen.
Sama halnya dengan kenaikan kasus positif COVID-19, angka kematian juga mengalami peningkatan di 5 provinsi. Adapun provinsi itu adalah Sulawesi Utara naik 5 kematian, Sumatera Barat naik 3 kasus, Sulawesi Selatan naik 2 kasus, Riau naik 2 kasus, dan Kalimantan Barat naik 1 kematian.
"Sekali lagi, jumlah ini mungkin bisa dikatakan sangat sedikit, tidak lebih dari 5 orang meninggal dalam satu minggu," ungkap Wiku dalam konferensi pers, dikutip Rabu (10/11). "Namun kita harus tetap menyadari bahwa satu nyawa pun terhitung sangat berharga."
(wk/tiar)