Jelang Nataru, Satgas Terbitkan Panduan Aktivitas Masyarakat Sejalan Program Pencegahan COVID-19
AFP/Chaideer Mahyuddin
Nasional

Sejauh ini, pemerintah telah berupaya keras untuk bisa mencegah lonjakan kasus COVID-19 agar tidak terjadi, terutama saat libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru).

WowKeren - Sebentar lagi, akan memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Seperti yang sudah disampaikan oleh pemerintah sebelumnya, pada hari libur panjang seperti Nataru, biasanya terjadi lonjakan kasus COVID-19.

Maka dari itu, dimulai dari sekarang, pemerintah telah mempersiapkan segala kebijakan untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, saat ini juga telah menerbitkan panduan aktivitas masyarakat saat merayakan Nataru yang sejalan dengan program pencegahan.

"Dalam menghadapi periode libur Nataru, masyarakat dapat mendukung mendukung pencegahan penularan COVID-19," tutur Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (10/11). "Dengan melakukan persiapan yang cermat agar dapat menikmati liburan yang produktif dan terkendali."

Wiku lantas kembali mengingatkan mengenai kondisi kasus COVID-19 di wilayah pulau Jawa-Bali maupun luar daerah tersebut. Berdasarkan data per 8 November 2021, tersisa 0,23 persen orang yang positif COVID-19 secara nasional. Sementara untuk angka kematian harian sebesar 3,38 persen dan angka kesembuhan sebesar 96,93 persen.


Atas pencapaian tersebut, Wiku lantas menuturkan kepada masyarakat untuk bisa menghargainya dengan tetap mempertahankan kasus yang baik itu. "Bukan malah sebaliknya, bersikap lengah dan lalai, sebagaimana yang juga disarankan oleh kementerian/lembaga dan juga DPR," imbuhnya.

Berkaca dari pengalaman libur panjang dua tahun lalu, Wiku mengatakan ada lima hal yang harus dilakukan oleh masyarakat demi mencegah lonjakan kasus COVID-19 di awal 2022. Pertama adalah menjalankan prokes 3M secara komprehensif dan konsisten.

Kedua, menyegerakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sebagai tanggung jawab dalam melindungi masyarakat yang rentan. Ketiga, inisiatif untuk melakukan testing atau pengobatan COVID-19. Jika merasakan gejala mirip COVID-19, masyarakat diharapkan untuk segera melakukan tes COVID-19 di fasilitas kesehatan terdekat.

Keempat, melakukan analisa terhadap risiko penularan COVID-19, sebelum berkegiatan. Adapun analisa yang dimaksud adalah memperhatikan sirkulasi udara dan durasi kegiatan, diimbau memilih jenis kegiatan di luar ruangan dengan durasi yang lebih singkat.

Kelima, masyarakat diminta untuk selalu mengikuti perkembangan kebijakan yang berlaku dan mematuhinya secara disiplin. Wiku menegaskan bahwa di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, masyarakat diminta untuk adaptif dengan penerapan "gas-rem" yang ada melalui upaya pencegahan.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait