Mantan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rieswin Rachwell mengaku telah mengagumi lembaga anti-rasuah tersebut sejak masih duduk di bangku SMP.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 11 November 2021 - 12:59 WIB
WowKeren - Polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berakhir dengan diberhentikannya 57 orang pegawai. Salah satu orang yang diberhentikan dari KPK karena TWK adalah mantan penyelidik Rieswin Rachwell.
Belakangan, Rieswin membagikan pengalamannya bekerja di KPK. Ia mengaku telah menjadi fans KPK sejak masih duduk di bangku SMP.
"KPK yang dulu ku kagumi gitu, dulu aku ngefans sama KPK sejak aku sekolah dari SMP gitu ya, ketika (sampai) akhirnya aku gabung KPK," ungkap Rieswin dalam tayangan di kanal YouTube Perludem.
Rieswin telah mengagumi lembaga anti-rasuah tersebut sejak KPK terlibat dalam isu "Cicak VS Buaya". Sebagai informasi, kala itu KPK mengusut keterlibatan perwira tinggi Polri, Susno Duadji, dalam kasus korupsi. Dua pimpinan KPK kemudian justru dijadikan tersangka atas tudingan menyalahgunakan wewenang meski Kejaksaan akhirnya menghentikan penuntutan.
"Waktu zamannya Cicak vs Buaya deh. Nah ketika akhirnya masuk ke KPK bangga banget dong, gila dulu tuh fans sama KPK dan akhirnya masuk ke KPK. Aku kan ditugaskan jadi penyelidik ya di KPK," terangnya.
Berhasil menjadi penyelidik KPK yang beberapa kali melakukan OTT membuat Rieswin merasa bangga. Rieswin pun telah mengabdi di KPK selama empat tahun.
"Jadi yang ketika mengusut kasus yang melakukan OTT, ya kerjaan yang dulu aku lihat dari luar wih keren, ternyata aku udah jadi bagian dari itu," ujarnya.
Sayangnya pada Mei 2021, Rieswin harus berhadapan dengan TWK yang membuatnya tersingkir dari KPK. Bersama puluhan pegawai lainnya, Rieswin diberhentikan dengan hormat dari KPK pada 30 September 2021 lalu.
"Ya empat tahun aku di KPK banyaklah yang udah dilalui. Sampai akhirnya di tahun ini lah, di bulan Mei itu akhirnya keluarlah sesuatu itu, TWK itu. Akhirnya aku dan temen-temen lain harus disingkirkan gitu," paparnya. "Jadi kayak berubah 180 derajat gitu ya, dari dulu KPK yang istilahnya hero saya lah ya, ya ternyata hari ini aku ditendang sama KPK. Gitu sih perasaannya, sangat drastis."
(wk/Bert)