Mungkinkah Harga Tes PCR Lebih Murah dari Rp275.000? Begini Hitung-Hitungan Ala Pengusaha dan KPPU
Nasional

Harga tes PCR COVID-19 saat ini adalah Rp275.000 untuk wilayah Jawa-Bali dan Rp300.000 di luar kedua wilayah tersebut. Lantas mungkinkah harga tes tersebut kembali diturunkan?

WowKeren - Tes COVID-19 dengan metode RT-PCR saat ini dibanderol dengan harga tertinggi Rp275.000 di Jawa-Bali dan Rp300.000 di luar kedua wilayah tersebut. Namun masih banyak yang mendesak agar harga tes PCR kembali diturunkan.

Namun sebenarnya, mungkinkah harga tes PCR ini diturunkan lagi ke nilai yang lebih rendah? CEO PT Cito Putra Utama (Lab Cito) Dyah Anggraeni pun membuka hitung-hitungan simulasi biaya tes PCR menggunakan open system.

"Pertama SDM, kami buat simulasi rata-rata habis Rp41 ribu per tes," ujar Dyah dalam sebuah diskusi yang digelar Kadin Indonesia, Jumat (12/11). Lalu ada komponen harga produk produksi (HPP) yang mencakup harga reagen Rp96.000. Ditambah dengan proses ekstraksi, amplifikasi, proses berulang, dan lain-lain, asumsi biaya HPP mencapai Rp175.098.

"Ini kalau harga reagen Rp96.000. Harga reagen sebelumnya bisa sampai Rp500 ribu, makanya dulu kenapa PCR bisa sampai Rp1 juta ya karena harga reagennya tinggi," imbuh Dyah.


Lalu ada biaya APD sebesar Rp23.767 per satu kali tes dan biaya bahan habis pakai (BHP) Rp15.545 di komponen HPP. Lalu ditambah lagi dengan biaya overhead sebesar Rp54.895 dan biaya administrasi Rp20.000.

"Ada biaya overhead yang kita tahu masing-masing lab sangat berbeda tergantung skala usahanya," kata Dyah. Dengan semua harga yang disebutkan, maka tarif satu kali tes PCR menggunakan open system adalah Rp330.438.

Kendati demikian, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meyakini biaya tes PCR masih bisa diturunkan bila ada penurunan harga eceran tertinggi dari pemerintah. Sebab menurut temuan KPPU, harga reagen di pasaran selalu mengalami perubahan menyesuaikan aturan pemerintah.

"Dengan demikian kami menilai (adanya) kemampuan pelaku usaha untuk melakukan penyesuain tarif PCR. Artinya pengusaha punya ruang untuk menyesuaikan biaya-biaya komponen harga," jelas Direktur Ekonomi Mulyawan Ranamanggala.

Menurut KPPU, harga reagen berpengaruh terhadap 49,27-55,15 persen dari total seluruh ongkos layanan tes PCR. Sedangkan pada tahun 2020 silam, harga reagen memang masih di kisaran Rp250-700 ribu sebagaimana hasil hitungan berbagai lembaga mulai dari BPKP, Kementerian Kesehatan, sampai asosiasi pelaku usaha.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait