Menkes Sebut COVID-19 Delta Varian 'Lokal' Indonesia AY.23 Ditemukan di Singapura
Flickr/nihgov
Nasional

Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan COVID-19 Delta (B.1.6.172) dari India sudah 'beranak-pinak' menciptakan subvarian baru, termasuk AY.23 di Indonesia dan kini juga ditemukan di Singapura.

WowKeren - Indonesia sudah menegaskan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona varian Delta Plus, atau dikenal juga sebagai subvarian AY.4.2. Varian tersebut diketahui telah ditemukan di Singapura dan Malaysia yang notabene bertetangga dekat dengan Indonesia.

Namun ternyata sebelumnya Indonesia pun telah "menularkan" varian lokalnya ke Singapura. Fakta ini dibuka oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menjelaskan bahwa varian Delta dari India (B.1.6.172) sudah mempunyai "anak dan cucu" sampai 25 subvarian.

Satu mutasi COVID-19 Delta yang mendominasi di Indonesia adalah AY.23 yang mencatatkan lebih dari tiga ribu kasus positif. Menurut Budi Gunadi, varian itu pun sudah menyebar di Singapura.

"Kita juga memonitor bukan hanya varian-varian baru dari luar. Kita lihat bahwa di Indonesia sendiri varian Delta sudah bermutasi menjadi 25, jadi ini submutasi atau sublineage dari varian Delta," tutur Budi Gunadi dalam webinar kesehatan nasional PKSTV, Sabtu (13/11).


"Jadi varian Delta B.1.6.172, dia sudah bermutasi menjadi 25 anaknya dan cucunya. Yang paling banyak di Indonesia adalah AY.23 dan AY.24," imbuh Budi Gunadi. "Sebagai contoh misalnya di Singapura itu AY.23 pasti dari Indonesia asalnya."

Budi Gunadi menjelaskan bahwa varian Delta AY.23 banyak ditemukan di Singapura. "Varian Delta B.1.6.172 masuk ke Indonesia, kemudian dia bermutasi dan itu menjadi AY.23 dan itu menjadi sublineage, varian yang sangat dominan di Indonesia, menyebar ke luar salah satunya Singapura," terang Budi Gunadi.

"Karena Singapura paling besar adalah AY.23, yaitu merupakan varian baru dari varian Delta," lanjut mantan Wakil Menteri BUMN tersebut. Kendati demikian, Indonesia tetap tidak akan melonggarkan kewaspadaan terhadap varian AY.4.2 yang mendominasi di Inggris.

"Jadi Inggris tuh naik gara-gara varian Delta, kemudian begitu dia naik gegar Delta, ternyata kita lihat Delta-nya juga sudah bermutasi. Terjadi mutasi juga dari Delta yang namanya AY.4.2, yang disebut Pak Luhut Delta Plus dan ini juga cukup mengkhawatirkan," pungkas Budi Gunadi.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait