Polisi Tak Temukan Sabotase di Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap, BMKG Ungkap Fakta Ini
AP/Agus Fitrah
Nasional

Polda Jawa Tengah menjelaskan tangki di kilang Pertamina di Cilacap terbakar akibat sambaran petir dan sejauh ini belum menemukan sabotase terkait insiden pada Sabtu (13/11) malam tersebut.

WowKeren - Polda Jawa Tengah telah mengumumkan kesimpulan sementara penyebab kebakaran di kilang minyak Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. Kebakaran di tangki penyimpan bahan bakar minyak (BBM) berjenis Pertalite itu rupanya terjadi akibat sambaran petir, mengingat terjadi hujan deras pada Sabtu (13/11) malam.

Lantas adakah potensi sabotase yang bisa memicu terjadinya kebakaran tersebut? Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa penyelidikan terus dilakukan demi memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian manusia dalam kebakaran tersebut, meski sejauh ini tak ditemukan jejak-jejak sabotase.

"Sabotase belum ada," kata Luthfi dalam konferensi persnya, Senin (15/11). "Dari bukti temuan dari saksi, saksi BMKG dan CCTV belum ada unsur kelalaian manusia atau sabotase. Tapi masih akan kita dalami terus."

Dari temuan bukti, Luthfi menjelaskan bahwa tangki tersebut terbakar akibat sambaran petir. "Lima orang saksi melihat adanya hujan dan petir pada hari kejadian," papar Luthfi.


"Dan satu saksi dari BMKG mengatakan pada hari kejadian ada dua titik petir," imbuhnya. "Yang satu jaraknya 45 km dan satunya 12 km yang menyambar area 36."

Pernyataan soal adanya petir ini juga diperkuat oleh keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menganalisis data citra satelit serta radar cuaca saat sekitar jam kejadian. BMKG menyatakan adanya pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kabupaten Cilacap dengan suhu puncak awan mencapai kisaran -62,5 hingga -75,1 derajat Celsius pada pukul 17.00-21.00 WIB.

"Ini mengindikasikan adanya pertumbuhan awan konvektif dengan jenis Cumulonimbus (Cb)," kata BMKG di keterangan tertulisnya. "Yang memiliki karakteristik menyebabkan terjadinya potensi hujan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai potensi kilat atau petir dan angin kencang."

Berdasarkan alat pengukuran curah hujan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, dapat diidentifikasi terjadinya hujan dengan intensitas mencapai 47 mm pada pukul 16.00-19.00 WIB. Sedangkan berdasarkan analisis data dari alat monitoring kelistrikan udara BMKG di Stasiun Geofisika Banjarnegara, pada 13 November 2021 pukul 18.00-19.30 WIB, terdeteksi 2 event sambaran petir, yakni pukul 18.47.27 WIB dan 19.23.32 WIB.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait