Pemerintah Berencana Larang Perayaan Tahun Baru Imbas COVID-19, Menko Luhut Ingatkan Jangan Egois
Pixnio
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat agar jangan sampai kesalahan di masa lalu kembali terulang, terutama dari segi disiplin protokol kesehatan.

WowKeren - Pemerintah sangat mengantisipasi potensi kenaikan kasus COVID-19 akibat libur Natal dan Tahun Baru. Karena itulah, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa pemerintah berencana untuk melarang perayaan Tahun Baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar.

"Di kesempatan ini, di tengah angka peningkatan kasus di Eropa dan beberapa negara lain yang terus tinggi, saya kembali mengajak kita semuanya untuk tidak egois dan saling berbesar hati," ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/11). "Agar kita sama-sama bisa menaati kembali protokol kesehatan yang terus diimbau. Agar kita tidak kembali mengulang pengalaman buruk pada masa yang lalu akibat kelalaian kita."

Luhut menekankan, kesuksesan mencegah lonjakan kasus COVID-19 saat periode Natal dan Tahun Baru sangat menentukan keberlanjutan pemulihan ekonomi ke depan. Karena itulah, pemerintah merancang berbagai skenario demi mengantisipasi potensi kenaikan kasus, baik dengan melihat sisi kesehatannya maupun ekonomi.

Di sisi lain, Luhut juga menjelaskan bahwa pemerintah selalu memantau kondisi di lapangan. Rupanya terdapat indikasi berkurangnya jumlah masyarakat yang patuh melaksanakan protokol kesehatan.

Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, apalagi menjelang libur Natal dan Tahun Baru yang pasti akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Oleh karenanya, kembali Luhut mengingatkan bahwa sangat penting untuk masyarakat mematuhi protokol kesehatan, di samping pemerintah yang juga akan meningkatkan upaya pengamanannya.


"Oleh sebab itu, dalam menyambut Natal dan Tahun Baru yang akan datang sebentar lagi, pemerintah akan berkoordinasi untuk mengetatkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan protokol kesehatan, utamanya di tempat kerumunan," tegas Luhut. Pemerintah juga berjanji akan terus meningkatkan laju vaksinasi COVID-19, terutama untuk kelompok-kelompok rentan seperti lansia.

Pemerintah juga akan memperkuat aktivitas testing dan tracing untuk menemukan kasus-kasus aktif COVID-19. Pasien positif pun akan segera dimasukkan ke pusat karantina demi mencegah terjadinya klaster keluarga.

"Apa yang telah kita perjuangkan bersama selama ini layak untuk terus dijaga dan tidak dilupakan," pungkas Luhut. "Hanya karena kejenuhan dan keegoisan kita semua."

Sementara itu, topik senada juga diangkat oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo. Dalam rapat terbatasnya Senin kemarin, Jokowi menyampaikan apresiasi kasus COVID-19 Tanah Air sudah menurun namun diperlukan pengawasan ekstra untuk menyambut Natal dan Tahun Baru.

"Tadi di ratas Bapak Presiden menyampaikan bahwa memang alhamdulillah kasus sudah menurun. Tapi kita harus ekstra waspada terutama menghadapi Nataru. Jangan sampai terjadi lonjakan berikutnya," tutur Budi Gunadi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts