Kemenkes Beber Turunan Varian Delta Di RI, Kini Mendominasi Singapura
Pixabay/Thiago Lazarino
Nasional

Indonesia hingga saat ini masih terus berupaya untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga COVID-19. Selain itu, pemerintah juga berupaya agar tidak ada mutasi COVID-19 yang muncul di Indonesia.

WowKeren - Hingga saat ini, Indonesia masih berada dalam pandemi COVID-19, bahkan juga telah ditemukan varian baru atau mutasi, seperti varian Delta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa turunan dari mutasi SARS-CoV-2 varian Delta yang paling banyak diidentifikasi di Indonesia adalah AY.23.

Selain itu, Kemenkes mengungkapkan bahwa varian AY.23 saat ini, mendominasi kasus varian Delta di Singapura. Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi membeberkan bahwa varian Delta telah bermutasi dan menghasilkan turunan baru hingga 45-60 varian. Ia mengatakan bahwa 22 varian di antaranya sudah teridentifikasi di Indonesia.

"Kebetulan varian Delta turunan yang banyak beredar di Indonesia itu mirip yang ada di Singapura, yaitu AY.23," papar Nadia dalam keterangan pers virtual, dikutip Selasa (16/11). "Artinya, kalau kita melihat varian Delta yang kemarin seperti di Juli itu lebih cepat menular, meningkatkan keparahan dan tingkat kematian."


Meski demikian, Nadia memastikan bahwa hingga saat ini, di Indonesia belum ditemukan atau mengidentifikasi adanya varian AY.4.2 yang juga dikenal sebagai varian Delta Plus. Sementara saat ini, varian Delta Plus diketahui telah banyak ditemukan di Inggris dan diduga memiliki kecepatan penularan 15 kali lipat dari varian terdahulu.

Lebih lanjut, Nadia menerangkan bahwa segala temuan varian COVID-19 itu didapatkan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Per 13 November 2021, Indonesia diketahui sudah melakukan pemeriksaan WGS terhadap 8.578 sepsimen warga.

Nadia menegaskan, meski varian Delta Plus belum ditemukan di Indonesia, bukan berarti bisa merasa tenang, justru sebaliknya, harus waspada. "Tapi bukan berarti kita harus kemudian tenang, kita tetap harus waspada," terang Nadia.

Selain itu, Nadia menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan varian Delta Plus juga dapat bermutasi di dalam negeri. Artinya bahwa varian Delta Plus ini bisa teridentifikasi di Indonesia melalui penularan lokal atau tanpa transmisi dari luar negeri. Serangan varian Delta ini masih bisa menjadi pemicu terjadinya gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait