Waspada! Satgas Ingatkan Angka Rt dan Jumlah Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Naik Lagi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satgas mengungkap angka reproduksi virus Corona meningkat mendekati angka 1,0 selama sepekan belakangan. Jumlah pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran pun kembali bertambah.

WowKeren - Pemerintah kembali menyuarakan pentingnya menjaga kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya saat ini Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mendapati peningkatan angka reproduksi (Rt) virus Corona.

Tak main-main, nilai Rt virus Corona ini meningkat dari 0,01 ke 0,96 hanya dalam sepekan. "Semakin tinggi Rt suatu penyakit maka akan semakin besar peluang jumlah kasus positif terus meningkat, begitu juga sebaliknya," jelas Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, di Jakarta, Selasa (16/11).

Angka reproduksi ini, dijelaskan Wiku, menunjukkan rata-rata jumlah yang tertular dari satu pasien COVID-19. Angka reproduksi juga menggambarkan kemampuan penyebaran suatu penyakit.

"Jika dilihat lebih mendalam walaupun Rt di seluruh pulau masih berada di bawah satu," imbuh Wiku, dikutip pada Rabu (17/11). "Namun angkanya di Jawa-Bali dan Kalimantan mengalami kenaikan."


Angka reproduksi ini juga menjadi salah satu penentu strategi pengendalian wabah COVID-19 yang tepat, di samping memantau angka kasus, kematian, serta fatalitas. Bila angka reproduksi mencapai 1,0, maknanya penambahan kasus terjadi secara stagnan. Bila angka reproduksi virus di bawah 1,0, maka secara gradual laju penularan COVID-19 berkurang sehingga perluasan penyakit pun bisa ditekan

Tanda-tanda kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia pun turut ditunjukkan dari tingkat keterisian rumah sakit, dalam hal ini RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Wiku menyebut ada peningkatan pasien yang masuk RSDC Wisma Atlet Kemayoran dalam sepekan terakhir.

"Selama seminggu terakhir jumlah orang yang dirawat tampak meningkat secara konsisten pada rentang 248 hingga 273," beber Wiku. "Sebelumnya keterisian tempat tidur di Wisma Atlet sudah berhasil ditekan hingga 209, setelah kasus mengalami peningkatan."

Karena itulah, kenaikan angka reproduksi virus Corona maupun peningkatan keterisian RSDC Wisma Atlet harus disikapi dengan cermat. Termasuk oleh masyarakat yang harus siap kembali beradaptasi dengan "gas dan rem".

"Reproduction number akan sangat dinamis tergantung seberapa baik intervensi yang kita lakukan, baik dengan protokol kesehatan 3M, upaya 3T, maupun vaksinasi," pungkas Wiku. "Kita perlu kembali mengencangkan pengendalian agar kita dapat mencegah gelombang kasus baru di tahun depan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts