Ma'ruf Amin 'Kode' Pembatasan Saat Nataru, Kemenkes Imbau Masyarakat Kurangi Mobilitas
wapresri.go.id
Nasional
PPKM Darurat

Pemerintah sudah mengungkap wacana untuk menerapkan pembatasan mobilitas saat periode Natal dan Tahun Baru. Sebelumnya, pemerintah juga berencana melarang perayaan Tahun Baru.

WowKeren - Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali membuka opsi untuk melakukan pembatasan kegiatan saat periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Ma'ruf menekankan pembatasan kegiatan bermaksud untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

"Apalagi menjelang tahun baru ini, di mana memang pergerakan dan mungkin ada beberapa pembatasan di sekitar Nataru," ujar Ma'ruf di Aceh, Selasa (16/11). "Itu untuk menghindari lonjakan seperti tahun-tahun yang lalu."

Ma'ruf mengungkap beberapa strategi untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19. Termasuk dengan mencegah masuknya varian baru virus Corona dari perjalanan internasional.

"Dan untuk yang varian baru itu kita memperketat pintu masuk, baik darat, udara, maupun laut, dan memperketat screening," imbuh Ma'ruf. Ia membenarkan kedatangan wisatawan asing memang penting untuk ekonomi Indonesia, namun keselamatan rakyat adalah hal utama.

"Kita memang membutuhkan wisatawan asing, tapi kita lebih penting menyelamatkan masyarakat, bangsa, daripada kemungkinan masuknya varian baru yang bisa memicu terjadinya gelombang ketiga," jelas Ma'ruf. "Karena itu kita lebih mementingkan wisata domestik, wisata lokal."


Ma'ruf juga mengingatkan agar masyarakat terus menjaga protokol kesehatan. Sedangkan di sisi lain, pemerintah juga terus memperluas cakupan vaksinasi.

"Tentu vaksinasi itu. Yang kedua, penerapan protokol kesehatan, masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Dan yang ketiganya itu penerapan PeduliLindungi di semua tempat mobilitas," kata Ma'ruf.

"Tempat wisata, tempat belanja, kemudian tempat di lingkungan sekolah, di mana terjadi pergerakan-pergerakan, itu kemudian kita terapkan. Jadi vaksinasi di lingkungan sekolah menjadi penting, termasuk di pesantren, supaya tidak terjadi klaster," lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Salah satu indikator yang sangat diperhatikan adalah menekan mobilitas warga agar tidak memperbesar kemungkinan penularan virus Corona.

"Upaya ini akan efektif jika masyarakat patuh, taat dan disiplin terapkan protokol kesehatan," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, dalam sebuah webinar. "Termasuk mengurangi mobilitas dan berpartisipasi dalam vaksinasi COVID-19."

"Situasi (pandemi) yang sudah membaik ini harus kita pertahankan. Laju kasus harus terus kita tekan. Semakin disiplin terapkan protokol kesehatan dan terus meningkatkan cakupan vaksinasi. Kita harus pastikan setelah libur nataru tidak terjadi lonjakan kasus," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts