Surabaya Dipilih Jadi Percontohan Nasional Sekolah Tatap Muka 100%, Dinilai Sukses Kontrol COVID-19
covid19.go.id
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima kunjungan dari Tenaga Ahli Kemenkes pada Senin (15/11). Hasilnya, Surabaya dinilai bisa menjadi percontohan untuk pelaksanaan PTM 100 persen.

WowKeren - Indonesia telah mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) alias sekolah offline secara terbatas. Namun Kota Surabaya telah didapuk untuk menjadi percontohan nasional dalam menuju PTM 100 persen oleh pemerintah pusat.

Hal ini seperti disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menerima kunjungan dari tenaga ahli Kementerian Kesehatan, dr Andani Eka Putra pada Senin (15/11). Menurut Eri, Surabaya dipilih menjadi percontohan nasional karena dianggap telah berhasil dengan cepat menangani pandemi COVID-19.

"Kemarin (Senin), tenaga ahli Kemenkes dr Andani datang ke Surabaya. Salah satunya ketika Surabaya ini sudah 100% vaksinnya, sudah (PPKM) Level 1, (vaksinasi) lansia sudah 94%. Maka ada kesepakatan bersama 4 menteri, itu akan 100% sekolahnya Surabaya," jelas Eri, Rabu (17/11).

"Kota Surabaya dijadikan acuan. Karena selama ini asesmennya, cek lapangan, setelah itu melakukan (surveilans) 10% di sekolah tadi itu, ternyata Surabaya yang paling siap," imbuhnya.

Berbagai hal ini membuat pemerintah pusat memandang Surabaya sudah berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dan bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain. Karena itulah Surabaya akan menjadi percontohan nasional untuk mencoba menggelar PTM 100 persen di tengah wabah COVID-19.


Namun Eri juga menegaskan, yang terpenting adalah PTM di Surabaya dapat berjalan. "Karena bagaimanapun kalau tidak bertemu (PTM), ini agak susah," kata Eri, merujuk pada sulitnya siswa menyerap pembelajaran bila hanya dilakukan secara daring.

"Yang kedua selalu saya katakan minta izin orang tua," lanjutnya. Eri juga mengingatkan bahwa sekolah bukan satu-satunya tempat potensial penularan wabah COVID-19 bagi anak-anak.

"Jadi sekolah bukan satu-satunya tempat penularan. Kalau sekolah dilarang tapi anaknya di rumah dibiarkan, tidak pakai masker dan nanti waktunya sekolah kena, terus sekolah yang disalahkan," tegas Eri, dikutip pada Kamis (18/11).

Eri pun mendorong agar masyarakat saling introspeksi diri, saling menjaga, serta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Beberapa prokes yang bisa ditaati seperti memakai masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan. Eri juga berpesan agar warga saling bekerja sama demi melewati pandemi COVID-19.

"Saya berharap semua yang ada di Surabaya selalu introspeksi diri, menjaga prokes, tidak saling menyalahkan," pungkas Eri. "Inilah Surabaya, yang penuh gotong-royong, Insya Allah COVID-19 bisa dilewati."

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts