Belakangan ini, akun medsos kepolisian tengah menjadi sorotan publik. Hal ini lantaran akun Twitter mereka kedapatan menyukai sebuah unggahan atau konten porno.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 18 November 2021 - 11:04 WIB
WowKeren - Dalam kurun waktu 2 pekan belakangan ini, akun Twitter kepolisian disebut ketahuan menyukai dan me-retweet konten porno. Adapun akun Twitter itu milik dari Polres Bogor Kota, Polda Jambi, dan Satlantas Polresta Banyumas.
Mengetahui hal tersebut, pihak dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun memberikan penjelasan. Poengky Indarti selaku Komisioner Kompolnas menuturkan bahwa hal tersebut merupakan audit sistem keamanan media sosial (medsos).
"Saya melihat perlu juga untuk memeriksa secara menyeluruh dengan cara mengaudit sistem keamanannya," terang Poengky kepada detik.com, Rabu (17/11). Poengky mengungkapkan bahwa saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki hal tersebut, dan perlu juga diperiksa ada tidaknya unsur peretasan.
Poengky menerangkan bahwa saat ini, Propam dan Siber sedang memeriksa apakah dalam kasus-kasus tersebut, ada unsur kesengajaan atau tidak, hingga diretas. Seperti yang diketahui sebelumnya, fenomena menyukai konten porno ini bermula dari akun Twitter milik Satlantas Polresta Banyumas, @lantasrestabms, yang disebut sempat diretas sebelum akhirnya dinonaktifkan sementara.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Ari Prayitno menyebut bahwa akun Twitter Satlantas Polresta Banyumas sempat diretas. Menurutnya, akun Twitter tersebut telah dinonaktifkan sejak 27 Oktober 2020, dan memilih beralih ke Instagram.
"Ternyata Twitter itu kalau lama tidak digunakan auto reboot katanya, itu sekarang sedang didalami sama Satreskrim Polresta Banyumas yang koordinasi dengan Polda sepertinya," terang Ari kepada detik.com pada 7 November lalu.
Kemudian, beberapa hari setelahnya, giliran akun Twitter, @PolresBogorKota yang diketahui menyukai akun penyebar video porno. Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki akun tersebut sejak lama dan tidak pernah mengalami hal seperti itu.
"Polres Bogor Kota akan melakukan penyelidikan terkait penggunaan tersebut," ungkap Erdi kepada wartawan pada 8 November 2021. "Siapa yang me-like akun yang tidak bagus itu ya."
Selanjutnya, yang baru saja terjadi belum lama ini adalah giliran akun Twitter milik Polda Jambi yang diduga juga menyukai konten porno. Mengenai hal ini, Polda Jambi menduga bahwa akun medsosnya itu diretas.
"Kita sampaikan ya, jika itu bukanlah dari pihak kita, Twitter resmi Polda Jambi itu sudah lama tidak aktif ya, dan sejak beberapa bulan tidak digunakan," papar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto, Rabu (17/11).
(wk/tiar)