Jokowi Tak Mau Ada Penyekatan Jalan Saat Nataru Meski Terapkan PPKM Level 3 Se-Indonesia
Instagram/dalops_dishubdkijakarta
Nasional
PPKM Darurat

Meski tak ada penyekatan ruas jalan, Menko PMK Muhadjir berpesan agar masyarakat tak bepergian menjelang libur Nataru. Hal ini demi menghindari terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

WowKeren - Pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia di selama periode libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Meski demikian, Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar tidak ada penyekatan ruas jalan meski PPKM Level 3 diterapkan.

"Intinya sesuai dengan arahan Bapak Presiden tidak ada penyekatan," ungkap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (18/11).

Meski tak ada penyekatan ruas jalan, Muhadjir berpesan agar masyarakat tak bepergian menjelang libur Nataru. Hal ini demi menghindari terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

"Tidak ada penyekatan tetapi kita imbau, kita serukan kepada masyarakat untuk tidak berpergian kecuali untuk tujuan primer," terang Muhadjir.


Lebih lanjut, Muhadjir mengimbau masyarakat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga di rumah saja. "Lebih baik sekarang mendesain, merencanakan kegiatan menyongsong libur Nataru yang bersifat keluarga saja, tetapi gembiranya tetap terjaga," tuturnya.

Sebelumnya, Muhadjir juga telah mengungkapkan berbagai jenis kegiatan yang dilarang dilakukan di momen Nataru mendatang. "Dalam kebijakan libur Natal dan Tahun Baru ini, sejumlah kegiatan seperti perayaan pesta kembang api, pawai, arak-arakan yang mengumpulkan kerumunan besar sepenuhnya dilarang," tegas Muhadjir dalam siaran persnya, Rabu (17/11).

Untuk kegiatan ibadah Natal, Muhadjir memastikan semua masih berjalan normal namun pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kebijakan PPKM Level 3. Begitu pula dengan kegiatan seperti kunjungan ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyebut bahwa pemerintah berencana untuk melarang perayaan Tahun Baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar. Luhut menekankan, kesuksesan mencegah lonjakan kasus COVID-19 saat periode Natal dan Tahun Baru sangat menentukan keberlanjutan pemulihan ekonomi ke depan. Karena itulah, pemerintah merancang berbagai skenario demi mengantisipasi potensi kenaikan kasus, baik dengan melihat sisi kesehatannya maupun ekonomi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts